Berito.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki pertimbangan khusus dalam menentukan bentuk komunikasi dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, keputusan untuk bertemu langsung atau cukup melalui sambungan telepon di dasarkan pada tingkat prioritas dan kepentingan strategis.
Pernyataan tersebut di sampaikan Teddy melalui video yang di unggah akun media sosial Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026).
Tanggapi Masukan soal Diplomasi Presiden
Penjelasan Teddy berkaitan dengan masukan yang sebelumnya di sampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Salah satu masukan tersebut menyoroti agenda pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah pemimpin negara yang di nilai dalam kondisi tertentu dapat di lakukan melalui komunikasi telepon.
Teddy menegaskan bahwa setiap agenda pertemuan Presiden dengan kepala negara atau kepala pemerintahan telah melalui pertimbangan matang. Selain keputusan Presiden, penentuan prioritas juga mempertimbangkan masukan dari Menteri Luar Negeri Sugiono.
Pertemuan Di tentukan Berdasarkan Prioritas Nasional
Menurut Teddy, Presiden dan Menteri Luar Negeri memahami secara menyeluruh pertemuan mana yang perlu di lakukan secara langsung dan mana yang cukup di lakukan melalui komunikasi jarak jauh.
“Penentuan pertemuan dengan kepala negara lain di lakukan berdasarkan prioritas dan kepentingan yang harus di utamakan. Ada yang memang perlu bertemu langsung, ada juga yang cukup melalui sambungan telepon,” ujar Teddy. Ia menambahkan bahwa tidak semua proses diplomasi dapat di publikasikan secara terbuka. Beberapa komunikasi antarnegara memiliki sifat strategis dan memerlukan kerahasiaan.
Jangan Abaikan Hasil Diplomasi yang Sudah Di capai
Teddy juga mengingatkan agar berbagai capaian diplomasi pemerintah tidak tertutupi oleh perdebatan mengenai teknis pertemuan antar pemimpin negara. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak tetap di hargai sebagai bagian dari proses demokrasi. Namun, perhatian publik juga perlu di arahkan pada hasil konkret yang telah di capai pemerintah melalui hubungan diplomatik dengan negara lain. “Masukan tentu kami terima. Namun, jangan sampai fakta mengenai berbagai hasil dan capaian yang telah di raih menjadi terabaikan,” kata Teddy.
Ia berharap masyarakat dapat melihat diplomasi pemerintah secara lebih menyeluruh, termasuk manfaat yang di hasilkan bagi kepentingan nasional Indonesia.
(Aat/*)






