Berito.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut Gibran, pemerintah terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan kedua program berjalan lebih efektif, efisien, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik korupsi.
“Pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola MBG dan KDMP agar setiap rupiah yang digunakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan program juga harus lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Gibran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Jaga Kepercayaan Publik dan Stabilitas Ekonomi
Gibran menilai perbaikan tata kelola program pemerintah menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas fiskal negara.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan keyakinan pasar terhadap kondisi perekonomian nasional sehingga mendukung stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Aspirasi Mahasiswa Jadi Bahan Evaluasi
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu tuntutan yang mereka suarakan ialah evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dan KDMP. Sebelumnya, Gibran menerima perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. Pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden pada Senin (15/6/2026).
Sebanyak 15 mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta hadir dalam dialog tersebut. Mereka menyampaikan berbagai masukan terkait kebijakan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan pemerintah akan terus menyempurnakan program-program nasional yang sedang berjalan.
Pemerintah Buka Ruang Dialog
Gibran menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa. Menurutnya, pemerintah menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan sejumlah program. Karena itu, evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara bersama-sama. “Kami menyadari masih ada banyak kekurangan. Karena itu, berbagai hal yang perlu di benahi harus kita perbaiki bersama,” kata Gibran.
Para mahasiswa memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan hasil kajian dan aspirasi mengenai sejumlah isu nasional. Mereka menyoroti program MBG, KDMP, sektor pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan daerah tertinggal.
Seluruh Masukan Akan Di tindaklanjuti
Saat membuka dialog, Gibran mengapresiasi berbagai kritik dan saran yang di sampaikan mahasiswa. Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan selama di sampaikan secara konstruktif dan tertib.
Wapres juga mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. Ia memastikan seluruh aspirasi yang di terima akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. “Saya pastikan seluruh aspirasi yang di sampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBK, Muhammad Abdi Maludin, menilai Gibran menunjukkan sikap terbuka selama audiensi berlangsung.
Menurut Abdi, Wapres berjanji akan melakukan audit, konsolidasi, dan menyampaikan berbagai masukan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengapresiasi respons pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa. Abdi berharap ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat terus terjaga sebagai bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia.
(A/*)






