Berito.id – Apple resmi menaikkan harga MacBook iPad naik. Kenaikan ini di picu oleh melonjaknya biaya memori dan media penyimpanan yang membuat perusahaan tak lagi mampu menyerap kenaikan harga komponen.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa penyesuaian harga akan dilakukan. Menurut perusahaan, meningkatnya kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) terhadap memori dan penyimpanan telah memicu lonjakan harga komponen dalam waktu singkat.
Apple menyebut permintaan dari pembangunan pusat data AI tumbuh sangat cepat. Kondisi tersebut membuat harga memori dan penyimpanan naik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hampir Seluruh Produk Apple Mengalami Kenaikan Harga
Penyesuaian harga MacBook iPad naik kini berlaku untuk hampir semua perangkat Apple. Produk yang terdampak meliputi MacBook, Mac Desktop, iPad, hingga Vision Pro. Tidak hanya perangkat dengan kapasitas memori besar, Apple juga menaikkan harga produk seperti Apple TV 4K dan HomePod yang sebenarnya tidak membutuhkan memori dalam jumlah tinggi.
Sementara itu, iPhone, AirPods, dan Apple Watch masih mempertahankan harga lama. Meski begitu, banyak analis menilai kondisi tersebut hanya bersifat sementara.
Apple Masih Menahan Harga iPhone
Keputusan Apple untuk belum menaikkan harga iPhone bukan tanpa alasan. Menurut analis IDC, Francisco Jeronimo, iPhone merupakan sumber pendapatan terbesar Apple karena menyumbang sekitar separuh total bisnis perusahaan.
Karena itu, Apple memilih menjaga harga iPhone agar penjualannya tetap tinggi. Langkah tersebut juga memberi waktu bagi perusahaan untuk mengukur seberapa besar kenaikan harga yang masih dapat di terima konsumen.
Namun strategi itu di perkirakan tidak akan bertahan lama. Apple tetap menghadapi kenaikan biaya produksi yang sama seperti produk lainnya sehingga iPhone sulit terhindar dari penyesuaian harga.
Analis Prediksi Harga iPhone 18 Bisa Naik hingga 200 Dolar AS
Analis IDC lainnya, Nabila Popal, sebelumnya memperkirakan harga iPhone 18 standar akan naik sekitar 50 dolar AS. Sementara itu, model iPhone 18 Pro dan Pro Max di prediksi meningkat sekitar 100 dolar AS.
Namun setelah melihat kenaikan harga MacBook dan iPad, Popal kini memperkirakan kenaikan harga iPhone dapat mencapai 200 dolar AS, khususnya untuk varian Pro Max. Menurutnya, era kenaikan harga sebesar 50 dolar AS kemungkinan telah berakhir. Apple di nilai membutuhkan penyesuaian harga yang lebih besar untuk menutup peningkatan biaya produksi.
Loyalitas Pengguna Di nilai Mampu Menahan Dampak Kenaikan Harga
Meski harga iPhone berpotensi naik cukup tinggi, para analis menilai dampaknya terhadap permintaan tidak akan langsung terasa. Francisco Jeronimo menjelaskan bahwa pengguna iPhone di kenal memiliki loyalitas tinggi terhadap produk Apple. Selain itu, citra premium iPhone membuat konsumennya cenderung tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga di banding pengguna merek lain.
Sebagian besar pembeli juga memanfaatkan program cicilan maupun tukar tambah saat membeli perangkat baru sehingga kenaikan harga tidak langsung menjadi beban penuh. Meski demikian, kenaikan harga tetap berpotensi memperpanjang siklus pembaruan perangkat. Jika kondisi itu berlangsung lama, penjualan iPhone di perkirakan bisa melambat dalam jangka panjang.






