Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Syair adat sarat pesan persatuan dan pelestarian budaya Kerinci.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Berito.id – Lantunan syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako membuka rangkaian Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik di Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026). Penampilan adat tersebut berhasil menyita perhatian masyarakat karena menghadirkan pesan tentang persatuan, musyawarah, dan penghormatan kepada para pemangku adat.

Meski langit tampak mendung, suasana tetap berlangsung khidmat. Para penari memasuki arena di iringi suara penyanyi anak jantan dan anak batino yang melantunkan syair-syair pusaka. Setiap bait mengajak masyarakat menjaga mufakat, memperkuat kebersamaan, serta menghormati depati dan ninik mamak sebagai pemimpin adat.

Baca Juga :  Tol Getaci Dilanjutkan, Bandung-Cilacap Segera Terhubung

Syair Sarat Nilai Persatuan

Salah satu syair yang di bawakan berbunyi, “Buluk kato mupakat, yang iyo kato iyo lah buluk, yang ijik kato ijik.” Bait tersebut mengandung pesan agar masyarakat menjadikan kesepakatan bersama sebagai dasar dalam menjalani kehidupan adat.

Suasana semakin terasa sakral ketika para penyanyi melanjutkan syair berikutnya, “Sairing salam merbah, salam yang lalu kami sembah kembali… Tanjung Pauh pinang sebatang, kayo jauh lah datang, kami dekat lah tibo pulo.” Syair itu menjadi simbol penghormatan kepada tamu yang hadir sekaligus sambutan hangat bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengikuti Kenduri Sko.

Baca Juga :  Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Warisan Budaya Tetap Terjaga

Bagi masyarakat Tanjung Pauh Mudik, Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan hanya sebuah pertunjukan seni. Tradisi yang di wariskan secara turun-temurun tersebut menjadi sarana menjaga nilai-nilai adat, mempererat tali persaudaraan, sekaligus mengenalkan identitas budaya kepada generasi muda agar tetap lestari.

Penampilan tari di tutup dengan tepuk tangan meriah dari warga yang memadati arena. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa warisan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa dan terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik.

(A/*)

Berita Terkait

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi
Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah
Tradisi Nyerau Awali Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis di Kerinci
Luhah Rio Jayo Gelar Ritual Penyucian Benda Pusaka
Wagub Jambi Soroti Peran Ayah di Harganas ke-33
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:10 WIB

Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Senin, 6 Juli 2026 - 12:00 WIB

Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Berita Terbaru