Berito.id – PT Pertamina Patra Niaga memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai momentum memperkuat ekosistem energi digital melalui aplikasi MyPertamina. Dari sudut pandang ekonomi, langkah ini bukan sekadar promosi layanan digital, tetapi bagian dari strategi meningkatkan efisiensi distribusi energi, memperluas basis pelanggan, sekaligus memperkuat loyalitas konsumen.
Data terbaru menunjukkan jumlah pengguna MyPertamina telah mencapai sekitar 31 juta hingga pertengahan 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 2 juta pengguna di bandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 29 juta pengguna. Pameran GIIAS 2026 sendiri berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Pertumbuhan Pengguna Menjadi Indikator Transformasi Digital
Kenaikan jumlah pengguna sekitar 6,9% secara tahunan (year on year) menunjukkan adopsi layanan digital Pertamina terus meningkat. Semakin banyak masyarakat menggunakan MyPertamina, semakin besar peluang perusahaan mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform.
Bagi masyarakat umum, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran bahan bakar. MyPertamina juga menyediakan informasi produk, program loyalitas, hingga berbagai layanan otomotif yang terhubung dalam satu ekosistem digital.
Model seperti ini umum di terapkan perusahaan besar karena mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan transformasi industri otomotif perlu di imbangi dengan kesiapan infrastruktur dan solusi energi yang terintegrasi agar mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Karena itu, booth MyPertamina di GIIAS 2026 di rancang agar pengunjung dapat mencoba langsung berbagai layanan digital yang telah di kembangkan perusahaan.
Nilai Ekonomi Tidak Hanya Berasal dari Penjualan BBM
Dari perspektif bisnis, aplikasi digital memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar di bandingkan sekadar transaksi pembelian bahan bakar. Semakin tinggi jumlah pengguna aktif, semakin banyak data perilaku konsumen yang dapat di manfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, menyusun program promosi yang lebih tepat sasaran, hingga memperkenalkan produk baru secara lebih efisien.
Selain memperkenalkan Pertamax Series dan Dex Series, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan Ethanol Corner yang memberikan edukasi mengenai pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol sebagai salah satu alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung transisi energi sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bahan bakar rendah emisi di Indonesia.
GIIAS Di manfaatkan untuk Memperluas Ekosistem Digital
Vice President Marketing Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengatakan kehadiran MyPertamina di GIIAS bertujuan memperluas pemanfaatan layanan digital perusahaan. Melalui booth MyPertamina Xperience, pengunjung dapat mengenal perjalanan transformasi layanan Pertamina Patra Niaga sekaligus mencoba berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi.
Selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif melalui aplikasi MyPertamina, mulai dari simulasi pengisian bahan bakar, simulator balap MotoGP, layanan otomotif, hingga area edukasi energi.
Peluang Ekonomi dari Ekosistem Digital Energi
Bertambahnya jutaan pengguna MyPertamina membuka peluang ekonomi yang cukup besar bagi Pertamina.
Beberapa manfaat yang dapat di peroleh antara lain:
- Efisiensi layanan distribusi energi melalui sistem digital.
- Peningkatan loyalitas pelanggan melalui program poin dan promosi.
- Pengembangan layanan lintas sektor, termasuk otomotif dan pembayaran digital.
- Pemanfaatan data pelanggan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
- Potensi pertumbuhan pendapatan dari layanan digital di luar penjualan BBM.
Semakin luas ekosistem digital yang di bangun, semakin besar pula peluang perusahaan menciptakan sumber pendapatan baru di masa depan.
Risiko yang Perlu Di antisipasi
Di balik peluang tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, peningkatan jumlah pengguna harus di imbangi dengan keamanan data dan perlindungan privasi agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Kedua, kualitas layanan digital harus terus di tingkatkan sehingga mampu melayani jutaan pengguna secara stabil tanpa gangguan. Ketiga, perluasan penggunaan bioetanol memerlukan kesiapan rantai pasok dan infrastruktur distribusi agar implementasinya dapat berjalan efektif. Apabila ketiga aspek tersebut dapat di kelola dengan baik, transformasi digital Pertamina berpotensi memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.
Kesimpulan
Pencapaian 31 juta pengguna MyPertamina menjadi indikator bahwa digitalisasi layanan energi semakin di terima masyarakat. Bagi Pertamina, pertumbuhan ini bukan hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang bisnis baru melalui ekosistem digital yang terintegrasi. Di sisi lain, keberhasilan strategi tersebut tetap bergantung pada keamanan sistem, kualitas layanan, dan kesiapan infrastruktur energi yang mendukung transformasi industri otomotif Indonesia.
(A/*)







