Berito.id – Tren pelemahan emas belum menunjukkan tanda-tanda usai. Pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, harga logam mulia di Pegadaian terpantau rontok berjamaah. Tidak tanggung-tanggung, koreksi harga menyentuh angka Rp 18.000 hingga Rp 26.000 per gram hanya dalam waktu semalam.
Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan paling tajam. Per gramnya kini di banderol Rp 2.918.000, menyusut Rp 26.000 dari posisi sebelumnya. Penurunan ini menjadi angin segar bagi investor yang menanti momen buy on weakness, namun sekaligus menjadi alarm bagi pemegang aset jangka pendek.
Rincian Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24
Berdasarkan data pantauan pukul 07.32 WIB, berikut adalah rincian harga emas di Pegadaian:
-
Emas Antam: Turun Rp 26.000 menjadi Rp 2.918.000/gram.
-
Emas Galeri24: Susut Rp 22.000 menjadi Rp 2.813.000/gram.
-
Emas UBS: Terpangkas Rp 18.000 menjadi Rp 2.859.000/gram.
Tabel Lengkap Harga Emas Pegadaian 24 April 2026:
| Berat | Galeri24 (Rp) | Antam (Rp) | UBS (Rp) |
| 0,5 Gram | 1.475.000 | 1.512.000 | 1.545.000 |
| 1 Gram | 2.813.000 | 2.918.000 | 2.859.000 |
| 5 Gram | 13.794.000 | 14.352.000 | 14.018.000 |
| 10 Gram | 27.514.000 | 28.647.000 | 27.890.000 |
| 50 Gram | 136.719.000 | 142.891.000 | 138.888.000 |
| 100 Gram | 273.302.000 | 285.701.000 | 277.666.000 |
Tertekan Dolar dan Ketegangan Selat Hormuz
Anjloknya harga emas domestik mengekor pergerakan pasar global. Harga emas spot melandai ke level USD 4.706 per ounce. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membuat emas terasa lebih mahal bagi pemilik mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Ketegangan di Selat Hormuz antara AS dan Iran pun menambah kerumitan pasar. Penyitaan dua kapal oleh Iran dan mandeknya pembicaraan damai membuat harga minyak mentah Brent melonjak di atas USD 100 per barel. Lonjakan biaya energi ini memicu ketakutan akan inflasi tinggi yang berkepanjangan.
“Emas terus mengikuti pergerakan pasar minyak. Kenaikan biaya energi membuat risiko penguatan dolar AS dan inflasi tinggi tetap menjadi fokus utama pasar,” ujar Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank.
Prediksi Suku Bunga dan Masa Depan Emas
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve kini mulai bergeser. Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan besar baru akan bergerak setidaknya enam bulan lagi. Tingginya imbal hasil obligasi AS saat ini membuat emas, yang tidak memberikan bunga, menjadi kurang kompetitif.
Meskipun saat ini harga sedang melandai, analis menilai ini hanyalah konsolidasi sementara. Ketidakpastian suku bunga memang menjadi penahan, namun emas di prediksi masih memiliki tenaga untuk mencetak rekor tertinggi baru pada akhir tahun 2026 atau awal 2027 mendatang. Bagi Anda pemilik modal, penurunan hari ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi bertahap. ***






