Berito.id – Pasar kripto kembali di guncang oleh aksi borong besar-besaran dari pemain institusi. Kali ini, Bitmine Immersion Technologies mencatatkan rekor fantastis dengan menambah koleksi Ethereum (ETH) mereka sebanyak 71.000 koin hanya dalam kurun waktu satu minggu.
Aksi akumulasi agresif ini membawa total kepemilikan Bitmine menyentuh angka hampir 4,9 juta ETH. Angka tersebut setara dengan 4,04 persen dari seluruh pasokan Ethereum yang beredar di dunia. Langkah ini bukan sekadar pamer aset, melainkan sinyal kuat bahwa likuiditas ETH di pasar bebas sedang di tarik secara sistematis.
Pasokan Menipis, Harga Berpotensi Melambung
Langkah Bitmine menarik perhatian banyak pengamat karena efek domino yang di timbulkannya. Ketika sebuah perusahaan raksasa menyerap koin dalam jumlah masif, pasokan yang tersedia bagi investor ritel otomatis berkurang. Kelangkaan ini sering kali menjadi bahan bakar utama bagi kenaikan harga jangka panjang.
Berdasarkan data hingga 12 April 2026, Bitmine memegang kendali atas 4.874.858 ETH. Jika di konversi ke dalam aset gabungan termasuk Bitcoin, cadangan kas, dan investasi di entitas lain seperti Beast Industries, nilai portofolio perusahaan ini mencapai angka mencengangkan, yakni USD 11,8 miliar atau sekitar Rp188 triliun.
Cuan Pasif Rp3,3 Triliun dari Staking
Bitmine tidak hanya membiarkan aset mereka menganggur. Mereka menerapkan strategi “staking” atau mengunci aset untuk mengamankan jaringan blockchain sekaligus mendapatkan imbal hasil.
Sejauh ini, sekitar 68 persen atau 3,3 juta ETH milik Bitmine telah masuk ke dalam kolam staking. Dari strategi ini, mereka meraup pendapatan tahunan mencapai USD 212 juta (sekitar Rp3,3 triliun). Angka ini di prediksi bisa membengkak hingga USD 310 juta jika seluruh aset mereka di kunci.
Untuk memperkuat dominasinya, Bitmine mengembangkan platform khusus bernama MAVAN (Made in America Validator Network). Platform ini di rancang sebagai infrastruktur staking kelas institusi yang di klaim lebih efisien di banding rata-rata jaringan global.
Ethereum Lebih Perkasa dari Emas?
Satu fakta menarik yang di ungkap oleh manajemen Bitmine adalah ketahanan Ethereum di tengah ketegangan geopolitik. Saat konflik di Timur Tengah memanas, Ethereum justru menunjukkan taringnya dengan kenaikan harga sebesar 17,4 persen. Performa ini bahkan melampaui indeks saham konvensional dan emas yang selama ini di anggap sebagai aset aman (safe haven).
Permintaan terhadap Ethereum di prediksi akan terus melonjak seiring maraknya tokenisasi aset tradisional dan penggunaan blockchain oleh sistem kecerdasan buatan (AI).
Tips Praktis untuk Investor: Melihat pergerakan institusi seperti Bitmine, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi pilihan bijak bagi investor ritel. Namun, ingatlah bahwa pasar kripto sangat fluktuatif. Pastikan Anda hanya menggunakan dana dingin dan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk terjual ke dalam euforia pasar.
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan jual beli sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pastikan Anda memahami profil risiko pribadi sebelum bertransaksi. (Nd)






