Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto
(Foto:parlemen
rakyat)

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto (Foto:parlemen rakyat)

Berito.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menata kawasan wisata Puncak, khususnya di Jalur Ciloto, Kabupaten Cianjur. Penataan di lakukan dengan membongkar lapak liar dan bangunan semi permanen yang selama ini berdiri di bahu jalan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung memimpin penertiban bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur pada Rabu (27/5/2026).

Penataan Di lakukan untuk Kurangi Kemacetan

Selama bertahun-tahun, kawasan Puncak di kenal padat dan semrawut. Trotoar berubah fungsi menjadi tempat berjualan, sementara bahu jalan di penuhi warung liar.

Kondisi itu di nilai menjadi salah satu penyebab kemacetan panjang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Selain mengganggu lalu lintas, keberadaan bangunan liar juga di anggap membahayakan pengguna jalan dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Baca Juga :  Ini Jadwal Resmi Libur Lebaran dan Cuti Bersama 2026

Pemerintah pun melakukan penataan untuk mengembalikan fungsi pedestrian dan memperbaiki wajah kawasan wisata Puncak.

Dedi Mulyadi Pilih Pendekatan Persuasif

Berbeda dari penertiban pada umumnya, Dedi Mulyadi memilih pendekatan yang lebih humanis. Sebelum pembongkaran di lakukan, ia berdialog langsung dengan para pedagang.

Dalam pertemuan itu, Dedi mendengarkan keluhan pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari berjualan di tepi jalan.

“Penertiban ini bukan sekadar menggusur. Kami ingin kawasan Puncak kembali tertib, nyaman, dan aman bagi semua orang,” ujar Dedi Mulyadi.

Pedagang Akan Dapat Kompensasi dan Bantuan Hunian

Pemerintah memastikan pedagang terdampak tidak di tinggalkan begitu saja. Dedi mengatakan para PKL yang lapaknya di bongkar akan menerima kompensasi sebagai modal usaha selama masa relokasi.

Baca Juga :  Sinergi Nyata Bupati Monadi & PT KMH: Tebar Benih Ikan Demi Masa Depan Ekosistem Kerinci

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan solusi bagi pedagang yang belum memiliki tempat tinggal.

“Bagi pedagang yang belum punya rumah, pemerintah akan mencarikan lahan untuk dibangun tempat tinggal,” kata Dedi.

Langkah ini di lakukan karena sebagian pedagang di ketahui tinggal di area lapak yang di bongkar.

Kawasan Puncak Di targetkan Lebih Tertib

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap penataan kawasan Ciloto bisa menciptakan lingkungan wisata yang lebih nyaman dan tertata.

Selain mengurangi kemacetan, penataan ini juga di harapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dalam jangka panjang.

Dengan kawasan yang lebih rapi dan aman, Jalur Puncak di harapkan kembali menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

(Aat/*)

Berita Terkait

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’
Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Kurbankan “Si Bambang”, Sapi Simental 1 Ton di Masjid Agung Surakarta
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Bitung Sulut, Getaran Terasa hingga Ternate
Pemkab Tanjabbar dan DEKRAFMI Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Berbasis Lingkungan
Listrik Belum Stabil, PLN Takengon Mohon Maaf akibat Gangguan Transmisi
Pemda Pasaman Barat Akan Menggelar Festival Budaya dan Ekraf
Harkitnas 2026, Pemko Bukittinggi Lindungi Generasi Muda
Investor Malaysia dan India Jajaki Investasi Energi dan Pariwisata di Payakumbuh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:02 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:09 WIB

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:09 WIB

Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Kurbankan “Si Bambang”, Sapi Simental 1 Ton di Masjid Agung Surakarta

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:21 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Bitung Sulut, Getaran Terasa hingga Ternate

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:06 WIB

Pemkab Tanjabbar dan DEKRAFMI Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Berbasis Lingkungan

Berita Terbaru