Bank Mandiri Resmi Bagikan Dividen Rp44,47 Triliun dan Setujui Buyback Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Mandiri Resmi Bagikan Dividen Rp44,47 Triliun dan Setujui Buyback Saham  (Ilustrasi: Ai)

Bank Mandiri Resmi Bagikan Dividen Rp44,47 Triliun dan Setujui Buyback Saham (Ilustrasi: Ai)

Berito.id – Pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja mendapat kepastian suntikan modal segar. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang di gelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026), bank berlogo pita emas ini resmi mengetok palu pembagian dividen sebesar Rp44,47 triliun.

Angka fantastis ini bukan sekadar nominal. Nilai tersebut merepresentasikan 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025, sekaligus mencatatkan diri sebagai rasio pembagian dividen tertinggi dalam sejarah panjang Bank Mandiri.

Mesin Laba Rp56,3 Triliun di Balik Dividen Jumbo

Langkah berani ini punya landasan fundamental yang kokoh. Sepanjang 2025, Bank Mandiri sukses mencetak laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun. Pertumbuhan kredit yang agresif di angka 13,4 persen (YoY) menjadi mesin utamanya, menyentuh total penyaluran Rp1.895 triliun.

Tak hanya kredit, kepercayaan nasabah juga menebal. Dana Pihak Ketiga (DPK) melesat signifikan hingga 23,9 persen (YoY) menjadi Rp2.106 triliun. Performa inilah yang membuat manajemen percaya diri memberikan apresiasi tinggi kepada investor.

Baca Juga :  Emas Pegadaian Lagi Murah, Saatnya Borong atau Tunggu Harga Stabil?

“Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh,” tegas Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan.

Rincian Pembayaran dan Kenaikan Nilai per Saham

Bagi Anda yang mengoleksi saham BMRI, berikut adalah detail pembayarannya:

  • Total Dividen per Saham (DPS): Rp476,95 (Naik dari tahun lalu yang hanya Rp466,18).

  • Dividen Interim: Rp9,3 triliun sudah dibayarkan pada Januari 2026 lalu.

  • Dividen Final: Sisa dari total Rp44,47 triliun akan segera ditransfer ke rekening investor setelah prosedur administrasi RUPST rampung.

Amunisi Tambahan: Aksi Buyback Rp1,17 Triliun

Selain dividen, Bank Mandiri menyiapkan skema untuk menjaga stabilitas harga saham melalui aksi buyback. Dana sebesar Rp1,17 triliun disiapkan untuk membeli kembali saham perseroan di pasar sekunder.

Baca Juga :  Gali Lubang Tutup Lubang? Ini Cara Ampuh Agar Tak Terjerat Lingkaran Setan Pinjol

Aksi korupsi ini akan berlangsung hingga 12 bulan ke depan atau maksimal sampai 29 April 2027. Saham hasil buyback ini nantinya tidak akan dimusnahkan, melainkan disimpan sebagai saham treasuri untuk dialihkan menjadi program kepemilikan saham bagi karyawan dan direksi.

Penyegaran di Kursi Petinggi

RUPST kali ini juga menjadi momentum perombakan organisasi. Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh dari kursi Komisaris. Sementara itu, Timothy Utama kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Operations.

Berikut susunan terbaru nahkoda Bank Mandiri:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini

  • Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto

  • Komisaris: Luky Alfirman, Yuliot

  • Komisaris Independen: Mia Amiati, Bintoro K. Pardewo

Direksi:

  • Direktur Utama: Riduan

  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan

  • Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini

  • Direktur Operations: Timothy Utama

  • (Serta jajaran direktur bidang lainnya yang tetap solid mengawal ekspansi bisnis perseroan).

***

Berita Terkait

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha
Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:07 WIB

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:08 WIB

Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Berita Terbaru