Berito.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari tekanan berat. Pada periode perdagangan 4-8 Mei 2026, indeks domestik menguat 0,18% ke level 6.969,39. Capaian ini menjadi angin segar setelah pada pekan sebelumnya IHSG sempat terperosok dalam sebesar 2,42%.
Kenaikan indeks di ikuti oleh pertumbuhan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 0,19%, yang kini menyentuh angka Rp12.406 triliun. Meski penguatan ini tergolong terbatas, aktivitas pasar justru menunjukkan gairah yang signifikan.
Rata-rata nilai transaksi harian melonjak drastis 26,14% menjadi Rp23,06 triliun, sementara volume transaksi harian melesat 23,57% dengan total 45,86 miliar lembar saham berpindah tangan.
Tiga Faktor Utama Penggerak Pasar
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, menyoroti tiga sentimen krusial yang mendikte pergerakan pasar selama sepekan terakhir:
-
Dinamika Makro Ekonomi: Meskipun data makro domestik menunjukkan perbaikan fundamental, nilai tukar Rupiah yang masih melemah terhadap Dolar AS menahan laju penguatan IHSG lebih jauh.
-
Ketegangan Geopolitik Global: Konflik di Timur Tengah yang berlarut-larut, di perparah dengan kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi krisis energi dunia.
-
Kebijakan Royalti Minerba: Rencana Pemerintah untuk menaikkan tarif royalti di sektor mineral dan batubara guna mendongkrak pendapatan negara menjadi perhatian serius bagi para investor di sektor komoditas.
Kembalinya Minat Investor Asing
Satu poin yang sangat kontras di bandingkan pekan lalu adalah perilaku investor mancanegara. Jika pada akhir April mereka mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp7,06 triliun, pekan ini arus modal masuk kembali deras. Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp12.26 triliun.
Kembalinya dana asing ini menandakan adanya optimisme jangka pendek, meskipun mayoritas sektor saham pada pekan sebelumnya sempat berada di zona merah.
Sebagai pengingat, sektor material dasar sempat memimpin pelemahan dengan koreksi mencapai 3,97%, di susul sektor energi dan infrastruktur yang masing-masing turun 2,26% dan 2%.
Panduan bagi Investor
Bagi para pelaku pasar, penguatan tipis ini mengindikasikan fase konsolidasi. Strategi yang bisa di terapkan adalah:
-
Waspadai Sektor Komoditas: Pantau perkembangan regulasi royalti minerba karena akan berdampak langsung pada margin laba emiten terkait.
-
Diversifikasi ke Sektor Defensif: Mengingat volatilitas global akibat konflik Timur Tengah, mengalihkan sebagian portofolio ke sektor yang kurang sensitif terhadap harga energi bisa menjadi langkah pengamanan.
-
Pantau Kurs Rupiah: Stabilisasi nilai tukar akan menjadi pemicu utama jika IHSG ingin menembus level psikologis yang lebih tinggi pekan depan.
***






