Harga Emas Antam 21 Maret 2026: Intip Nilai Buyback dan Tren Pasar Dunia

Emas Antam Stagnan di Tengah Badai Volatilitas Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Antam 21 Maret 2026: Intip Nilai Buyback dan Tren Pasar Dunia (Foto: AI)

Harga Emas Antam 21 Maret 2026: Intip Nilai Buyback dan Tren Pasar Dunia (Foto: AI)

Berito.id – Laju harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau berhenti bergerak pada perdagangan Sabtu, 21 Maret 2026. Setelah sempat mengalami guncangan hebat, harga logam mulia ini kini tertahan di level yang sama dengan hari sebelumnya.

Mengacu pada data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini di patok Rp 2.893.000 per gram. Angka tersebut tidak mengalami perubahan alias stagnan di bandingkan dengan perdagangan Jumat kemarin.

Kondisi serupa terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali. Jika Anda berencana menjual koleksi emas hari ini, Antam menghargainya sebesar Rp 2.610.000 per gram. Sebagai pengingat, emas Antam pernah menyentuh rekor tertingginya pada akhir Januari lalu di angka Rp 3.168.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Sabtu, 21 Maret 2026

Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam di butik Logam Mulia hari ini:

Baca Juga :  AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029
Denominasi Harga (Rp)
0,5 gram 1.496.500
1 gram 2.893.000
2 gram 5.736.000
5 gram 14.280.000
10 gram 28.480.000
50 gram 141.905.000
100 gram 283.660.000
1.000 gram (1 kg) 2.833.600.000

Pekan Kelam Emas Dunia: Terburuk Sejak 2011

Meski harga domestik cenderung stabil hari ini, pasar emas global justru sedang tidak baik-baik saja. Harga kontrak berjangka emas dunia merosot 0,7% ke level USD 4.574,90 per ounce. Secara akumulatif, pekan ini menjadi periode paling menyakitkan bagi investor emas dalam 15 tahun terakhir dengan total penurunan mencapai 9,6%.

Penyebab utamanya adalah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran dampak ekonomi luas. Investor yang sebelumnya agresif kini mulai menarik diri dari aset aman (safe haven).

Arthur Parish, analis ekuitas logam di SP Angel, menilai fluktuasi tajam ini merupakan imbas dari melandainya momentum perdagangan setelah reli panjang di awal tahun.

Baca Juga :  Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

“Sebagian besar adalah perdagangan momentum yang mulai mereda. Para investor ‘turis’ dan ritel kini meninggalkan pasar, dan mungkin itu yang dibutuhkan agar harga emas bisa kembali naik secara organik nantinya,” ungkap Parish.

Bukan Sekadar Lindung Nilai Harian

Di tengah ketidakpastian ini, para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak panik dengan fluktuasi jangka pendek. Harga emas dan perak memang sangat bergantung pada permintaan harian dan “faktor ketakutan” akibat perang.

Toni Meadows, Kepala Investasi di BRI Wealth Management, menekankan bahwa emas sebaiknya tidak dipandang sebagai alat spekulasi harian.

“Harga emas didorong oleh tren jangka panjang daripada sekadar perdagangan jangka pendek yang dipicu oleh rasa takut,” jelas Meadows.

Bagi investor pemula, momen stagnasi ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi portofolio sembari memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih menjadi kemudi utama harga komoditas global. (Nd)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru