Anomali Festival Akshaya Tritiya: Warga India Mulai “Eneg” Beli Emas?

Emas Asia Kehilangan Kilau: Saat Tradisi Kalah Oleh Harga Selangit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anomali Festival Akshaya Tritiya: Warga India Mulai "Eneg" Beli Emas? (Foto: AI)

Anomali Festival Akshaya Tritiya: Warga India Mulai "Eneg" Beli Emas? (Foto: AI)

Berito.id – Pasar emas di Asia sedang tidak baik-baik saja. Mesin utama konsumsi emas dunia, India dan China, mendadak kehilangan tenaga justru di saat kalender menunjukkan waktu-waktu krusial bagi ritel. Harga domestik yang telanjur terbang tinggi menjadi tembok tebal bagi para pembeli.

Di India, festival Akshaya Tritiya yang biasanya menjadi momentum “balap lari” warga membeli logam mulia kini terasa hambar. Padahal, secara kultural, membeli emas di hari ini diyakini bakal mendatangkan keberuntungan abadi. Fakta di lapangan berbicara lain; toko-toko perhiasan sepi pemesan.

Anomali di Bengaluru dan Mumbai

Kenaikan harga domestik hingga menyentuh angka 153.200 rupee per 10 gram benar-benar mencekik minat beli. Angka ini hanya selisih tipis dari rekor bulanan sebesar 155.065 rupee yang terjadi awal minggu lalu.

“Permintaan ritel tidak meningkat meski festival sudah di depan mata. Biasanya, pembeli sudah pesan jauh-jauh hari, tapi tahun ini ketertarikan mereka luntur,” ungkap seorang pedagang perhiasan di Bengaluru (19/4/2026).

Baca Juga :  Bitcoin Cs Tertekan Sabtu Pagi, Kapitalisasi Pasar Global Merosot Hingga Rp 38.000 Triliun

Kondisi makin rumit di level makro. Perintah resmi pemerintah yang tak kunjung turun membuat berton-ton emas batangan dan perak tertahan di bea cukai. Bank-bank besar pun mulai mengerem pesanan impor. Secara logika, kelangkaan barang seharusnya memicu lonjakan premi. Namun, lemahnya permintaan dan derasnya aksi jual pada dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) membuat harga premi di Mumbai gagal meroket.

Napas Pendek di Pasar China

Situasi serupa menjalar ke China. Premi emas batangan di sana kini hanya bergerak tipis di angka US$ 3 hingga US$ 6 per troy ons di atas harga patokan global. Penurunan ini mencerminkan lesunya daya serap pasar fisik di Negeri Tirai Bambu.

Bernard Sin, Direktur Regional China di MKS PAMP, menyebut bahwa satu-satunya napas penyambung bagi pasar saat ini adalah aksi borong bank sentral. Namun, ia memberikan peringatan dini bagi para investor.

“Dukungan utama berasal dari pembelian bank sentral, meskipun penambahan cadangan biasanya melambat pada kuartal kedua. Hal ini akan membatasi momentum kenaikan harga,” papar Sin.

Baca Juga :  7 HP Android Terbaru dengan Desain Kamera Mirip iPhone 17 Pro Max

Strategi Menghadapi Harga Emas Tinggi

Bagi investor ritel yang ingin tetap masuk ke pasar di tengah harga tinggi, pertimbangkan langkah teknis berikut:

  • Dollar Cost Averaging (DCA): Jangan membeli sekaligus dalam jumlah besar saat harga fluktuatif. Pecah modal Anda menjadi unit-unit kecil untuk dibelikan secara rutin setiap bulan.

  • Pantau Kebijakan Impor: Perhatikan rilis resmi pemerintah India terkait bea cukai emas. Jika keran impor dibuka kembali secara masif, premi domestik berpotensi terkoreksi.

  • Cermati Kuartal II: Mengacu pada siklus tahunan, perlambatan pembelian oleh bank sentral pada periode ini bisa menjadi celah untuk memantau harga di level support yang lebih rendah.

Pasar emas Asia kini sedang dalam fase menunggu. Tanpa adanya kebijakan pemerintah yang melonggarkan impor atau koreksi harga yang signifikan, kilau emas di tangan masyarakat nampaknya akan terus meredup hingga pertengahan tahun. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru