Bitcoin Cs Tertekan Sabtu Pagi, Kapitalisasi Pasar Global Merosot Hingga Rp 38.000 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi Perubahan Google AdSense 2026: Strategi Cerdas Optimasi Pendapatan bagi Publisher

Menghadapi Perubahan Google AdSense 2026: Strategi Cerdas Optimasi Pendapatan bagi Publisher

Berito.id – Investor kripto harus mengawali akhir pekan dengan melihat portofolio yang didominasi warna merah. Pada perdagangan Sabtu pagi (28/3/2026), mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Fenomena “akhir pekan berdarah” ini menyeret turun total kapitalisasi pasar kripto global hingga 2,78 persen dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 08.07 WIB, Bitcoin (BTC) sebagai aset utama harus rela terpangkas 3,49 persen dalam sehari. Jika di tarik dalam rentang sepekan, performa “si raja kripto” ini bahkan sudah merosot 6,44 persen. Saat ini, satu keping Bitcoin di banderol di angka USD 66.105,94 atau sekitar Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.980 per dolar AS).

Ethereum dan Solana Pimpin Penurunan Altcoin

Nasib serupa menimpa Ethereum (ETH). Koin nomor dua ini susut 3,96 persen dalam 24 jam terakhir, menempatkannya di posisi USD 1.985,95 per keping. Secara akumulatif, ETH sudah kehilangan nilainya sebesar 7,88 persen hanya dalam tujuh hari terakhir.

Tekanan lebih berat di rasakan oleh Solana (SOL) yang anjlok 4,75 persen ke level USD 82,55. Sementara itu, koin-koin populer lainnya seperti Binance Coin (BNB), XRP, dan Dogecoin (DOGE) juga belum mampu keluar dari zona merah dengan rata-rata penurunan di kisaran 2 hingga 3 persen.

Baca Juga :  Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Resmi Naik

Hanya segelintir aset yang mampu bertahan tipis di zona hijau, seperti koin stabil USDC yang naik sangat tipis 0,01 persen. Di sisi lain, aset seperti Tron (TRX) meskipun melemah harian, secara mingguan masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,60 persen.

Langkah Berani Bank Sentral Korea Selatan di Tengah Gejolak Pasar

Menariknya, di saat pasar sedang bergejolak, Bank Sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BOK) justru mengambil langkah strategis yang menunjukkan keseriusan jangka panjang terhadap industri ini. BOK dilaporkan sedang mempercepat perekrutan ahli kripto berpengalaman untuk memperkuat tim internal mereka.

Langkah ini diambil guna menghidupkan kembali rencana mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). BOK setidaknya mencari 10 karyawan baru, di mana salah satunya akan ditempatkan sebagai analis pasar aset digital mulai Juli 2026 mendatang.

Fokus Baru pada Stabilitas dan Regulasi

Para ahli yang direkrut nantinya akan bertugas menganalisis dampak kripto, stablecoin, dan aset tokenisasi terhadap stabilitas keuangan Korea Selatan. Perubahan arah kebijakan ini terjadi seiring dengan nominasi Gubernur BOK yang baru, Shin Hung-song, yang di kenal memiliki pandangan skeptis terhadap stablecoin swasta.

Baca Juga :  BI Rate Naik ke 5,75 Persen pada Juni 2026

“Pemerintah ingin perusahaan teknologi dan bank meluncurkan stablecoin yang di patok ke won untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas,” tulis laporan EToday yang di kutip dari Yahoo Finance.

Menghidupkan ‘Proyek Hangang’

Perekrutan besar-besaran ini juga menjadi sinyal kembalinya inisiatif “Proyek Hangang”, yakni proyek mata uang digital won Korea berbasis blockchain. Sebelumnya, proyek ini sempat terhenti karena di anggap kurang praktis bagi pengguna ritel di bandingkan platform pembayaran non-tunai yang sudah ada.

“Won digital adalah solusi untuk masalah yang sebenarnya tidak ada di Korea Selatan,” ungkap salah satu mantan peserta uji coba pada tahun 2024 silam.

Kini, Bank of Korea mencoba pendekatan berbeda. Alih-alih menyasar pengguna harian (ritel), iterasi terbaru Proyek Hangang akan lebih fokus pada pemanfaatan di sektor pemerintahan dan korporasi untuk efisiensi bisnis.

Tips bagi Investor: Saat pasar mengalami koreksi masif seperti hari ini, penting untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan (panic selling). Lakukan analisis mendalam dan pastikan Anda menggunakan dana dingin dalam berinvestasi. (Nd)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru