Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak 3 Persen, Brent Tembus USD 105 per Barel

Minyak Mentah Dunia Meroket di Tengah Kebuntuan AS-Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak 3 Persen, Brent Tembus USD 105 per Barel (Foto: AI)

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak 3 Persen, Brent Tembus USD 105 per Barel (Foto: AI)

Berito.id – Pasar energi global sedang berada dalam fase krusial. Harga minyak mentah melonjak tajam pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026. Ketegangan yang kian meruncing antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor utama penggerak harga, memupus harapan pelaku pasar akan normalisasi arus distribusi di Selat Hormuz.

Berdasarkan data Bloomberg, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melesat 3,1 persen dan mendarat di level USD 95,85 per barel. Setali tiga uang, minyak mentah Brent yang menjadi acuan global ikut terbang 3,1 persen hingga menyentuh angka psikologis USD 105,07 per barel.

Pasokan Energi Terancam

Ketegangan di jalur air paling strategis dunia tersebut membuat prospek pemulihan pasokan menjadi suram. Investor kini mulai mengkalkulasi ulang risiko gangguan logistik jangka panjang jika konfrontasi fisik benar-benar pecah. Kondisi ini secara otomatis menciptakan efek domino pada komoditas energi lainnya.

Baca Juga :  Cara Jualan di TikTok Shop Tanpa Modal: Panduan Lengkap untuk Pemula

Batu bara ICE Newcastle ikut terseret ke zona hijau. Harga untuk kontrak Mei 2026 terpantau naik 1,06 persen menuju posisi USD 129,10 per ton. Permintaan alternatif energi selain minyak mulai terasa tekanannya di bursa komoditas internasional.

CPO Melemah, Nikel Melaju

Berseberangan dengan sektor energi, harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) justru menunjukkan tren negatif. Di bursa Malaysia, harga CPO berjangka merosot 1,06 persen ke level MYR 4.579 per ton. Lemahnya permintaan dari beberapa negara importir utama di tengah volatilitas global di duga menjadi pemicu aksi ambil untung oleh para trader.

Baca Juga :  MSCI Tetapkan Indonesia sebagai Emerging Market 2026

Di sektor logam, performa beragam di tunjukkan oleh Nikel dan Timah. London Metal Exchange (LME) mencatat:

  • Nikel: Melesat 1,49 persen menjadi USD 18.737 per ton.

  • Timah: Terkoreksi tipis 0,41 persen ke level USD 50.215 per ton.

Kenaikan harga nikel ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan rantai pasok industri baja dan baterai kendaraan listrik jika sanksi geopolitik terus meluas. Sebaliknya, timah tampak mengalami jenuh beli sehingga harganya cenderung menetap di level yang lebih rendah. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru