IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 22:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip (Foto: Ai)

IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip (Foto: Ai)

Berito.id – Gelombang aksi jual investor asing menghantam bursa domestik pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 63,775 poin atau merosot 0,92 persen ke posisi 6.905,620 pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi nilai jual bersih (net sell) asing menembus Rp 659 miliar.

Sektor perbankan dan konglomerasi besar menjadi sasaran utama pelepasan aset. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin daftar jual dengan nilai pelepasan mencapai Rp 335 miliar. Dampaknya fatal, harga saham BMRI ambruk 8,21 persen ke level 4.250.

Rapor Merah Emiten Konglomerasi

Sentimen negatif ini merembet ke emiten milik taipan besar lainnya. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinar Mas mencatat net sell sebesar Rp 116 miliar. Harga sahamnya terjun bebas 13,36 persen hingga berakhir di posisi 1.135.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru

Kondisi serupa dialami oleh grup Prajogo Pangestu. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 3,17 persen ke level 1.985 setelah kehilangan daya beli asing senilai Rp 90 miliar. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terjerembap 8,18 persen ke angka 5.050 dengan nilai penjualan asing sebesar Rp 42 miliar.

Satu raksasa perbankan lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), tak luput dari tekanan. Saham ini melemah 1,84 persen ke level 3.200 menyusul aksi jual bersih sebesar Rp 60 miliar.

Pergeseran Dana ke Komoditas dan Ritel

Meskipun indeks komposit memerah, sebagian pemodal asing mulai memindahkan likuiditas mereka ke sektor konsumsi dan tambang. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tampil sebagai primadona baru dengan nilai beli bersih (net buy) tertinggi mencapai Rp 83 miliar.

Baca Juga :  Modus 'Suntik' Listrik Tambang Kripto di Rusia Terbongkar, Negara Rugi Jutaan Rubel

Beberapa emiten lain yang masih mendapat kepercayaan investor antara lain:

  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Net buy Rp 48 miliar.

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Net buy Rp 44 miliar.

  • PT Astra International Tbk (ASII): Net buy Rp 38 miliar.

  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA): Net buy Rp 23 miliar.

Pelemahan tajam pada saham-saham blue chip ini menuntut investor ritel untuk lebih waspada. Penurunan di bawah level psikologis, seperti yang dialami BRPT di angka 2.000, sering kali memicu tekanan teknikal lebih lanjut. Diversifikasi ke saham berbasis komoditas yang saat ini masih dikoleksi asing bisa menjadi opsi perlindungan portofolio di tengah volatilitas pasar. (Nd/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru