Berito.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan penguatan solid. Sepanjang sesi, indeks bertahan di zona hijau dan akhirnya parkir di level 5.875,78. Data RTI menunjukkan IHSG naik 131,22 poin atau 2,28 persen di banding penutupan sebelumnya. Saat pembukaan, indeks berada di level 5.806,16. Pergerakan intraday membawa IHSG ke titik tertinggi 5.899,30 dan menyentuh level terendah 5.805,92 sebelum kembali menguat hingga penutupan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif. Volume transaksi mencapai 18,14 miliar saham. Nilai transaksi menembus Rp10,54 triliun, sedangkan frekuensi perdagangan tercatat 1.382.475 kali. Angka tersebut menunjukkan minat pelaku pasar masih terjaga pada akhir pekan.
Penguatan IHSG di topang oleh dominasi saham yang bergerak naik. Sebanyak 494 saham di tutup menguat, 154 saham melemah, dan 139 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menandakan sentimen positif cukup merata di pasar.
Kinerja IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa utama Asia yang ikut menguat. Hang Seng Index naik 1,28 persen, Nikkei bertambah 1,47 persen, dan Shanghai Composite menguat 0,37 persen. Pergerakan serempak ini memberi dukungan tambahan bagi pasar saham domestik.
Di tengah penguatan regional, pelaku pasar tampak memanfaatkan momentum untuk masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar. Meski belum ada katalis baru yang benar-benar kuat, sentimen eksternal yang membaik membantu indeks bergerak lebih stabil. Analis menilai, selama arus beli masih bertahan dan tekanan global mereda, IHSG berpeluang menjaga tren pemulihan jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati arah suku bunga, pergerakan rupiah, dan dinamika pasar global.
Meski demikian, penguatan harian belum cukup untuk menghapus tekanan sepanjang tahun. Secara year to date, IHSG masih terkoreksi sekitar 32 persen. Jika di bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, indeks juga masih melemah sekitar 18 persen. Dengan kondisi itu, perdagangan pekan depan di perkirakan tetap di pengaruhi sentimen eksternal dan respons investor domestik di bursa saham nasional secara keseluruhan.
(A/*)






