Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026: Rupiah Masuk Peringkat 5

Rupiah Terseret ke Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia Versi Forbes

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026: Rupiah Masuk Peringkat 5 (Foto: AI)

Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026: Rupiah Masuk Peringkat 5 (Foto: AI)

Berito.id – Laporan terbaru Forbes per April 2026 menempatkan Rupiah Indonesia di posisi kelima sebagai mata uang dengan nilai terlemah di dunia. Nilai tukar Rupiah sempat menyentuh angka psikologis baru di level Rp17.300 per dollar AS pada Kamis (23/4/2026), memicu kekhawatiran di pasar domestik.

Meski Indonesia memiliki output ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kombinasi inflasi yang persisten dan bayang-bayang resesi global menjadi beban berat bagi nilai tukar. Namun, Indonesia tidak sendirian dalam pusaran devaluasi ini.

Daftar 10 Mata Uang dengan Nilai Terendah

Forbes menyusun daftar ini berdasarkan nilai tukar terhadap dollar AS per 7 April 2026. Berikut urutannya:

  1. Rial Iran (IRR): Masih menjadi yang terburuk di dunia. Sanksi ekonomi yang tak kunjung usai membuat 1 dollar AS setara dengan lebih dari 1,3 juta Rial.

  2. Pound Lebanon (LBP): Terjebak dalam krisis perbankan dan instabilitas politik menahun.

  3. Dong Vietnam (VND): Tertekan akibat kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang menyedot likuiditas dari pasar berkembang.

  4. Kip Laos (LAK): Terbebani utang luar negeri yang menumpuk dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

  5. Rupiah Indonesia (IDR): Menempati posisi kelima dengan volatilitas tinggi yang sempat membawa kurs ke angka Rp17.000 – Rp17.300 pekan ini.

Baca Juga :  Bosan Olahan Daging? Ini 3 Resep Mie Ayam ala Abang-Abang yang Gurih dan Praktis

Melengkapi daftar tersebut, posisi keenam hingga sepuluh di isi oleh Som Uzbekistan (UZS), Franc Guinea (GNF), Franc Burundi (BIF), Ariary Malagasy (MGA), dan Guarani Paraguay (PYG).

Menkeu: “Ini Bukan Pemburukan Ekonomi Domestik”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung bereaksi terhadap laporan ini. Dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026), ia menegaskan bahwa merosotnya nilai tukar rupiah lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal dan “noise” di pasar global, bukan karena keroposnya struktur ekonomi nasional.

“Pondasi ekonomi kita tidak berubah, bahkan cenderung semakin cepat. Dibanding negara lain di kawasan, kita masih sangat kuat,” tegas Purbaya.

Pemerintah kini fokus menutup celah kebocoran pajak dan merapikan kebijakan yang selama ini memicu ketidakpastian bagi investor. Purbaya juga membantah adanya intervensi sengaja untuk melemahkan rupiah demi daya saing ekspor. Menurutnya, pergerakan ini murni dinamika pasar yang dipengaruhi ekspektasi global yang berlebihan.

Baca Juga :  Jangan Pernah Telepon Balik! Modus 'Call Hening' Incar Nomor Aktif untuk Bobol Data

Mengapa Ini Berdampak pada Anda?

Pelemahan mata uang seringkali diikuti oleh kenaikan harga barang impor (imported inflation). Bagi pelaku usaha, kenaikan kurs dollar AS meningkatkan biaya bahan baku. Sementara bagi masyarakat umum, ini adalah sinyal untuk lebih bijak dalam mengelola aset dan memantau instrumen investasi yang tahan terhadap fluktuasi valuta asing. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru