Berito.id – Lantai bursa memulai pekan ini dengan dinamika yang cukup melelahkan bagi para trader. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejatinya melaju mulus saat pembukaan perdagangan Senin, 20 April 2026, dengan nangkring di level 7.663,39. Angka ini melanjutkan tren positif dari penutupan Jumat lalu yang berada di posisi 7.634.
Namun, euforia itu berumur pendek. Meski sempat menyentuh titik tertinggi di 7.671,98, laju indeks mulai melambat akibat tekanan sentimen global yang bergerak secepat kilat.
Drama Selat Hormuz Jadi Penentu
Pasar modal Indonesia saat ini ibarat tersandera oleh situasi di Timur Tengah. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor pembalik keadaan yang sangat instan. Padahal, sebelumnya pembukaan jalur ini sempat memangkas harga minyak hingga 11 persen dan memberikan suntikan tenaga bagi indeks global.
“Penutupan kembali jalur tersebut oleh Iran langsung membalikkan sentimen pasar. Jalur distribusi energi global masih menjadi faktor utama penggerak pasar saat ini,” ujar Hendra Wardana, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor.
Situasi ini menciptakan dilema. Penurunan harga minyak sebenarnya menjadi berkah bagi sektor perbankan, konsumsi, dan transportasi karena menekan biaya operasional. Namun, jika blokade Selat Hormuz berlanjut, ancaman inflasi akibat lonjakan harga energi justru akan mengintai ekonomi domestik.
Strategi Taktis: Melirik Saham Energi
Hendra memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak volatil dalam rentang 7.550 hingga 7.740. Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, strategi defensif namun taktis menjadi kunci. Investor disarankan tidak gegabah dan lebih selektif memilih aset.
Sektor energi di prediksi menjadi primadona karena mendapat durian runtuh dari kenaikan harga komoditas. Berikut beberapa saham yang layak masuk radar pantauan:
-
PGAS: Target harga berada di level 2.020.
-
ADRO: Menunjukkan tren prospektif dengan target 2.720.
-
GZCO: Menjadi pilihan spekulatif di sektor energi dengan target 238.
-
SCMA: Untuk trading jangka pendek, saham ini menarik dengan target 340 seiring ekspektasi pemulihan belanja iklan.
Momentum di Tengah Fluktuasi
Pasar yang fluktuatif bukan berarti tanpa peluang. Selama ketidakpastian di Selat Hormuz tetap tinggi, bias defensif akan mendominasi pergerakan indeks. Fokus pada saham-saham berbasis komoditas dan energi bisa menjadi tameng bagi portofolio Anda.
“Peluang tetap terbuka, khususnya pada saham-saham energi dan trading opportunity jangka pendek bagi investor yang jeli membaca momentum,” pungkas Hendra. Ketepatan dalam mengeksekusi keputusan di tengah volatilitas tinggi akan menjadi pembeda hasil investasi Anda pekan ini. ***






