IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen (Foto: AI)

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen (Foto: AI)

Berito.id – Bayang-bayang ketidakpastian global kembali menghantui meja makan keluarga Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja merilis laporan World Economic Outlook edisi April 2026 yang membawa kabar kurang sedap. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semula di jagokan bisa melesat, kini terpaksa di pangkas prediksinya menjadi 5 persen untuk tahun 2026.

Angka ini turun tipis dari ramalan awal Januari lalu sebesar 5,1 persen. Melambatnya mesin ekonomi kita tidak lepas dari pecahnya konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, hingga Amerika Serikat. Efek dominonya mulai terasa: harga energi melambung, dan jalur logistik dunia tersendat.

Perang Iran-Israel: Harga Minyak dan Ancaman Resesi Global

Situasi geopolitik yang memanas sejak Februari 2026 telah mengubah peta hubungan internasional. IMF memperingatkan bahwa ekonomi dunia kini berada di tepi jurang resesi jika konflik terus memburuk dan harga minyak menetap di atas level USD 100 per barel hingga 2027.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Cerita, Ini Alasan Teknis Orang Tua Upin & Ipin Tak Pernah Muncul

“Konflik ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan, merusak infrastruktur penting, hingga mengganggu lalu lintas maritim dan udara secara masif,” tulis laporan IMF yang dikutip Rabu (15/4/2026).

Bagi masyarakat Indonesia, dampak yang paling nyata adalah kenaikan inflasi yang di prediksi menyentuh angka 3 persen pada 2026. Artinya, harga kebutuhan pokok dan energi berpotensi terus naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akibat sentimen pasar keuangan yang menghindari risiko.

Tantangan Ketidakmerataan: AS Kuat, China Melambat

Meski secara global ekonomi tumbuh tipis di angka 3,1 persen, kekuatannya tidak merata. Amerika Serikat menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat namun dengan pertumbuhan lapangan kerja yang rendah. Di sisi lain, raksasa ekonomi China sedang berjuang karena sektor perumahannya tertinggal jauh di belakang performa ekspor mereka.

Baca Juga :  Perak Antam Kembali Bergairah, Intip Rincian Harga Batangan dan Varian Heritage Terbaru

Fragmentasi ekonomi antarnegara ini menambah risiko penurunan prospek pertumbuhan jangka menengah. Negara-negara berkembang yang bergantung pada impor komoditas, termasuk Indonesia, menjadi yang paling rentan terkena dampak kenaikan harga pangan dan energi global.

Kecerdasan Buatan (AI) Jadi “Penyelamat” Masa Depan?

Di tengah awan mendung perang, IMF melihat secercah harapan dari transformasi teknologi. Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di yakini bisa menjadi mesin baru untuk meningkatkan produktivitas global.

Dukungan fiskal yang berkelanjutan dan adopsi AI diharapkan mampu membawa ekonomi dunia melewati gangguan akibat perang menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi.

“Penting untuk memiliki kebijakan yang tepat guna memastikan transformasi teknologi (AI) mengarah pada pertumbuhan yang seimbang secara luas di dalam dan antarnegara,” tegas laporan IMF. ***

Berita Terkait

Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak: Dari Melawi Menuju Kubu Raya Berakhir di Hutan Sekadau
Update Jatuhnya Helikopter di Sekadau: Tim SAR Menjangkau Titik Jatuh, Evakuasi Dilanjutkan Pagi Ini
KPK Incar Dugaan Pemerasan oleh Bupati Tulungagung
Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini
Waspada Penipuan! Kemenhaj Saudi Ungkap Satu-satunya Cara Resmi Daftar Haji Melalui Jalur Ini
Kedudukan PPPK dalam UU ASN Dinilai Masih Lemah, Ini Analisis Mendalam Muhamad Arfan
10 Bendera Paling Unik di Dunia: Ada Naga hingga Senjata AK-47!
Daftar Harga BBM Hari Ini 14 April 2026 di Seluruh SPBU Indonesia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 09:00 WIB

Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak: Dari Melawi Menuju Kubu Raya Berakhir di Hutan Sekadau

Jumat, 17 April 2026 - 08:30 WIB

Update Jatuhnya Helikopter di Sekadau: Tim SAR Menjangkau Titik Jatuh, Evakuasi Dilanjutkan Pagi Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:00 WIB

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen

Rabu, 15 April 2026 - 12:00 WIB

KPK Incar Dugaan Pemerasan oleh Bupati Tulungagung

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini

Berita Terbaru