Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi dan Asal Usulnya

Warna hijau pada kubah Masjid Nabawi bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki sejarah panjang dan menjadi penanda makam Rasulullah SAW.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi dan Asal Usulnya
(Foto: mabruk)

Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi dan Asal Usulnya (Foto: mabruk)

Berito.id – Masjid Nabawi di Madinah memiliki banyak kubah berwarna putih. Namun, satu kubah berwarna hijau tampak lebih mencolok di bandingkan yang lain. Kubah inilah yang di kenal sebagai Kubah Hijau atau Green Dome.

Banyak jemaah bertanya-tanya mengapa hanya satu kubah yang di beri warna hijau. Ternyata, warna tersebut bukan sekadar elemen arsitektur, melainkan memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Kubah Hijau menjadi penanda lokasi makam Rasulullah SAW bersama dua sahabat terdekat beliau, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Alasan Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau

Dalam buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy di jelaskan bahwa Kubah Hijau di buat sebagai penanda khusus area makam Rasulullah SAW dan kedua sahabat beliau.

Bangunan yang menaungi makam tersebut mulai di bangun setelah perluasan besar Masjid Nabawi pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid I dari Dinasti Umayyah. Lokasi kubah berada di bagian tenggara Masjid Nabawi. Dahulu, area tersebut merupakan rumah Aisyah RA yang kemudian menjadi tempat di makamkannya Rasulullah SAW.

Awalnya, makam hanya di tutupi bangunan sederhana dari kayu. Seiring waktu, bangunan itu beberapa kali di renovasi, terutama pada abad ke-15. Kubah yang berdiri saat ini di bangun oleh Sultan Utsmaniyah Mahmud II pada 1818. Kemudian, pada 1837, kubah tersebut di cat hijau. Sejak saat itu, bangunan tersebut di kenal luas sebagai Kubah Hijau.

Baca Juga :  Harun Al Rasyid Apresiasi OTT KPK, Imigrasi dan Lapas Perlu Pembenahan

Sejarah Awal Pembangunan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang di bangun langsung oleh Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Menurut buku Sejarah Terlengkap Peradaban Islam karya Abdul Syukur Al-Azizi, pembangunan masjid di mulai pada bulan Rabiul Awal tahun pertama Hijriah.

Rasulullah SAW meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Setelah itu, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali turut meletakkan batu berikutnya sebagai simbol kebersamaan dalam membangun rumah ibadah tersebut. Pembangunan kemudian dilakukan secara gotong royong oleh kaum Muslimin hingga masjid selesai dibangun.

Bentuk Masjid Nabawi pada Masa Rasulullah

Pada awal pembangunannya, Masjid Nabawi memiliki ukuran sekitar 35 meter x 30 meter. Lantainya masih berupa tanah dan batu, sementara atapnya di buat dari pelepah kurma.

Masjid juga memiliki tiga pintu sebagai akses keluar masuk jemaah. Tanah yang digunakan untuk pembangunan masjid berasal dari kaum Bani Najjar. Mereka dengan sukarela mewakafkan lahan tersebut untuk kepentingan umat Islam.

Berulang Kali Mengalami Perluasan

Seiring bertambahnya jumlah umat Islam, Masjid Nabawi beberapa kali mengalami renovasi dan perluasan. Perbaikan pertama dilakukan pada tahun 4 Hijriah dengan mengganti lantai tanah menjadi batu bata.

Baca Juga :  Kumpulan Doa serta Ucapan Hari Arafah

Kemudian, pada tahun 7 Hijriah, Rasulullah SAW memutuskan memperluas area masjid karena kapasitas yang ada tidak lagi mampu menampung jumlah jemaah yang terus meningkat. Biaya pembebasan lahan untuk perluasan tersebut di tanggung oleh Utsman bin Affan setelah kembali dari Perang Khaibar.

Renovasi Besar pada Masa Kesultanan Utsmaniyah

Salah satu renovasi terbesar Masjid Nabawi terjadi pada tahun 1265 Hijriah pada masa Sultan Abdul Majid dari Kesultanan Utsmaniyah. Proyek pembangunan tersebut berlangsung selama sekitar 12 tahun.

Dalam prosesnya, dinding dan tiang masjid di hiasi ukiran serta kaligrafi indah yang masih menjadi daya tarik hingga saat ini. Keindahan arsitektur tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang Masjid Nabawi sebagai salah satu masjid paling suci bagi umat Islam di dunia.

Kesimpulan

Kubah Hijau Masjid Nabawi bukan sekadar simbol keindahan bangunan. Warna hijau yang melekat pada kubah tersebut berfungsi sebagai penanda makam Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA. Kubah yang di bangun pada 1818 dan di cat hijau pada 1837 itu kini menjadi salah satu ikon paling di kenal dari Masjid Nabawi serta memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat besar bagi umat Islam.

(Aat/*)

Berita Terkait

Semangat Kemandirian dalam Islam, Teladan Rasulullah SAW
Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026
Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota
Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026 Beserta Niatnya
Sejarah Penetapan 1 Muharram, Asal-Usul Kalender Hijriah
Kisah Dr Fitri Rezkiani, Petugas Haji Sultra Wafat di Makkah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:00 WIB

Semangat Kemandirian dalam Islam, Teladan Rasulullah SAW

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:00 WIB

Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:01 WIB

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar

Berita Terbaru

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
(Foto: AI)

Finansial

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
(Foto: revolusinews)

Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah
(Foto: rri)

Daerah

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:00 WIB