Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat 'Smart Geprek'
(Foto: rajaplastik
indonesia)

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat 'Smart Geprek' (Foto: rajaplastik indonesia)

Berito.id – Sebuah langkah kreatif di tunjukkan oleh warga RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka berhasil menciptakan alat pengolahan sampah plastik sederhana berbasis teknologi tepat guna. Inovasi ini di rancang untuk mendongkrak nilai ekonomi dari limbah rumah tangga yang biasanya terbuang sia-sia.

Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam memperlakukan sampah.

“Kami ingin mengubah kegiatan membuang sampah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Targetnya, sampah yang tadinya membawa masalah bisa berubah menjadi berkah dan menghasilkan uang (cuan),” ujar Imam kepada media di Jakarta, Rabu, seperti di kutip dari Antara.

Menurut Imam, program lingkungan ini sengaja di rancang agar masyarakat lebih bersemangat menjaga kebersihan sekaligus mendapatkan manfaat finansial langsung.

Mengenal ‘Smart Geprek’, Alat Penghancur Plastik Otomatis

Untuk memaksimalkan perputaran ekonomi, pihak RT menjalin kerja sama dengan para pengepul sampah serta instansi lingkungan hidup setempat. Tujuannya agar seluruh sampah yang terkumpul bisa langsung di salurkan untuk didaur ulang menjadi barang yang siap pakai.

Baca Juga :  Cicilan KPR 2026 Bisa Melambung Tinggi? Ini Strategi Amankan Dompet dari Floating Rate

Saat ini, warga sedang merampungkan perakitan alat khusus yang di beri nama Smart Geprek. Alat ini berfungsi untuk menghancurkan sampah plastik, seperti botol bekas dan tutupnya, secara cepat.

Berbeda dengan cara lama yang mengandalkan tenaga manusia, mesin ini di gerakkan oleh sistem mekanis yang lebih modern.

“Jika sebelumnya botol plastik harus di geprek secara manual dengan tenaga manusia, ke depan kami akan menggunakan sistem dinamo dan gearbox agar prosesnya jauh lebih mudah dan cepat,” tutur Imam.

Pangkas Waktu Pembuatan Kompos dari 28 Hari Menjadi 1 Hari

Bukan hanya fokus pada limbah plastik, warga Gandaria Utara juga menyasar pengelolaan sampah organik dapur untuk diubah menjadi pupuk kompos. Menariknya, mereka berhasil memangkas waktu produksi kompos menjadi jauh lebih singkat daripada cara tradisional.

Baca Juga :  Ubah Gaya di Media Sosial: Tren Foto Kartun 3D yang Bikin Feed Makin Estetik

“Jika menggunakan metode biasa, pupuk kompos baru bisa dipanen setelah 28 hari. Melalui sistem baru yang kami kembangkan ini, proses pengolahan hingga pengeringan di targetkan selesai hanya dalam waktu satu hari,” tambah Imam.

Target Sosialisasi ke Sekolah dan Harapan Jadi Percontohan

Demi keberlanjutan program, gerakan peduli lingkungan ini juga akan menyasar generasi muda. Pihak pengurus RT berencana menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam ke sekolah-sekolah di sekitar wilayah mereka.

Imam berharap, teknologi sederhana yang lahir dari swadaya warga ini dapat berjalan lancar dan menginspirasi daerah lain di Ibu Kota. Saat ini, komponen utama seperti dinamo dan roda gigi (gearbox) sudah di beli dan siap di rakit.

“Sukur-sukur alat dan sistem keamanan yang kami kembangkan ini nantinya bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta. Insya Allah, dalam waktu dekat mesin ini sudah bisa kami operasikan,” pungkasnya.

(Aat/*)

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto
Cara Top Up Free Fire Murah dan Aman di Indonesia, Diamond Masuk Cepat
Bosan Sate dan Rendang? Olah Daging Kurban Jadi Sei Sapi Asap Rumahan yang Gurih dan Smoky
Tips Mencegah Asam Urat Saat Iduladha, Batasi Konsumsi Daging Merah
Cara Cepat Menerjemahkan Bahasa Jawa ke Indonesia Lewat HP dan Laptop
Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Kurbankan “Si Bambang”, Sapi Simental 1 Ton di Masjid Agung Surakarta
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Bitung Sulut, Getaran Terasa hingga Ternate
Pemkab Tanjabbar dan DEKRAFMI Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Berbasis Lingkungan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:02 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:21 WIB

Cara Top Up Free Fire Murah dan Aman di Indonesia, Diamond Masuk Cepat

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:52 WIB

Bosan Sate dan Rendang? Olah Daging Kurban Jadi Sei Sapi Asap Rumahan yang Gurih dan Smoky

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:52 WIB

Tips Mencegah Asam Urat Saat Iduladha, Batasi Konsumsi Daging Merah

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:09 WIB

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’

Berita Terbaru