Survei Ungkap Jurnalis RI Makin Akrab dengan AI, Bagaimana Nasib Kualitas Berita?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Survei Ungkap Jurnalis RI Makin Akrab dengan AI, Bagaimana Nasib Kualitas Berita?

Survei Ungkap Jurnalis RI Makin Akrab dengan AI, Bagaimana Nasib Kualitas Berita?

Berito.id – Wajah ruang redaksi di Asia Tenggara sedang mengalami transformasi besar. Bukan lagi sekadar mengetik manual, kini mayoritas jurnalis mulai berbagi beban kerja dengan algoritma pintar. Tren ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi masa depan, melainkan alat kerja harian yang nyata di meja redaksi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memaparkan fakta mengejutkan mengenai hubungan jurnalis dengan teknologi ini. Di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, tingkat pengenalan jurnalis terhadap AI sudah menembus angka 95 persen.

Dominasi AI di Lantai Produksi Berita

Data survei terbaru menunjukkan potret masifnya adopsi teknologi ini. Tercatat sebanyak 75 persen jurnalis di kawasan ASEAN benar-benar memanfaatkan bantuan AI untuk menuntaskan tugas-tugas jurnalistik mereka. Bahkan, 84 persen di antaranya mengakui bahwa AI memberikan dampak positif dan mempercepat ritme kerja mereka.

“Jurnalis di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara tingkat familiaritas terhadap AI sudah mencapai sangat tinggi,” ujar Hetifah dalam acara Smart Journalism, Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga :  7 Game Harvest Moon & Story of Seasons Terbaik 2026, Nostalgia Bertani Paling Seru

Meski memberikan kemudahan, masifnya penggunaan AI memicu kekhawatiran baru soal orisinalitas dan kebenaran informasi. Hetifah mengingatkan agar para awak media tidak terlena dan terjerumus pada pola kerja yang salah.

Tiga Modal Utama Jurnalis di Era AI

Menghadapi arus disrupsi ini, jurnalis dituntut memiliki tameng agar kualitas karya tidak merosot. Hetifah menekankan tiga kemampuan wajib yang harus dimiliki setiap praktisi media saat ini:

  • Literasi Data: Kemampuan membaca dan mengolah data mentah secara akurat.

  • Literasi AI: Pemahaman mendalam tentang cara kerja dan batasan alat yang digunakan.

  • Kemampuan Verifikasi: Kejelian dalam menyaring isu agar tidak terjebak hoaks buatan mesin.

“Prinsip dasar jurnalisme yang baik tidak boleh berubah. Akurasi, verifikasi berlapis, kedalaman analisis, serta kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama,” tegas politisi tersebut.

AI Sebagai ‘Co-Pilot’, Bukan Pilot Utama

Hetifah memberikan analogi menarik mengenai peran teknologi di ruang redaksi. Baginya, kendali penuh tetap harus berada di tangan manusia. AI seharusnya hanya memegang peran sebagai ‘co-pilot’ yang membantu mempercepat proses, bukan menggantikan posisi jurnalis sepenuhnya.

Baca Juga :  Bagnaia Juara Sprint Race MotoGP Ceko 2026

Keputusan editorial, pertimbangan etika, dan penilaian konteks sosial adalah hal-hal yang tidak dimiliki oleh mesin. AI mungkin bisa memproduksi teks dengan cepat, namun rasa keadilan dan nurani dalam sebuah berita tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Cara Bijak Jurnalis Gunakan AI

Sebagai nilai tambah bagi rekan-rekan jurnalis atau konten kreator, berikut beberapa tips agar tetap unggul di era AI:

  • Gunakan AI untuk Riset Awal: Gunakan AI untuk merangkum dokumen panjang atau mencari referensi, namun pastikan selalu melakukan cek fakta ulang (cross-check) ke sumber primer.

  • Transkrip Wawancara: Manfaatkan AI untuk mengubah rekaman suara menjadi teks guna menghemat waktu transkrip manual.

  • Jangan Copas Mentah: Hindari menyalin hasil teks AI secara langsung. Berikan sentuhan opini, konteks lokal, dan emosi manusiawi agar artikel terasa lebih hidup dan berbobot.

(Tim)

Berita Terkait

Pesawat N219 Buatan PT Dirgantara Indonesia Siap Perkuat Konektivitas Udara Nasional
Bansos PKH dan BPNT Kuartal III Mulai Cair 20 Juli 2026
Barang Subsidi Kopdes Merah Putih Wajib Disalurkan ke Rakyat
Bulog Siapkan Beras SPHP Premium Beras Kita untuk Tekan Harga Beras
Bansos ATENSI YAPI Tahap 2 Cair Juni 2026, Cek Syaratnya
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus
Rekrutmen SKK Migas 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Formasi
Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai dalam Satu Tahun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00 WIB

Pesawat N219 Buatan PT Dirgantara Indonesia Siap Perkuat Konektivitas Udara Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bansos PKH dan BPNT Kuartal III Mulai Cair 20 Juli 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 07:00 WIB

Barang Subsidi Kopdes Merah Putih Wajib Disalurkan ke Rakyat

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:00 WIB

Bulog Siapkan Beras SPHP Premium Beras Kita untuk Tekan Harga Beras

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bansos ATENSI YAPI Tahap 2 Cair Juni 2026, Cek Syaratnya

Berita Terbaru

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN(Foto: AI)

Teknologi

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026
(Foto: AI)

Gadget

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:00 WIB

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton
(Foto: AI)

Showbiz

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton

Rabu, 15 Jul 2026 - 15:00 WIB

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
(Foto: AI)

Internasional

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:00 WIB