Ungkap Penyebab Heli Jatuh di Sekadau, KNKT Kirim Data Recorder PK-CFX ke Prancis

Memburu Jejak Mesin di Balik Tragedi PK-CFX Sekadau

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ungkap Penyebab Heli Jatuh di Sekadau, KNKT Kirim Data Recorder PK-CFX ke Prancis (Foto: Dok. SAR Pontianak)

Ungkap Penyebab Heli Jatuh di Sekadau, KNKT Kirim Data Recorder PK-CFX ke Prancis (Foto: Dok. SAR Pontianak)

Berito.id – Teka teki jatuhnya helikopter PK-CFX milik Matthew Air Nusantara di Sekadau, Kalimantan Barat, mulai memasuki fase krusial. Tragedi yang telah merenggut delapan nyawa pada Kamis (16/4) lalu ini menyisakan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum heli tersebut jatuh.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat dengan mengamankan sisa-sisa instrumen penerbangan. Namun, ada tantangan teknis yang harus di hadapi para investigator di lapangan.

Mengapa Tidak Ada Blackbox?

Berbeda dengan pesawat komersial berbadan lebar, helikopter jenis Airbus Helicopters H-130T2 ternyata tidak di bekali kotak hitam atau blackbox. Ketiadaan perangkat ini berarti tidak ada rekaman percakapan di kokpit (Cockpit Voice Recorder) yang bisa di putar ulang untuk mendengar detik-detik terakhir sebelum kecelakaan.

Investigator KNKT, Dian Saputra, mengonfirmasi keterbatasan ini. Menurutnya, karakteristik teknis kendaraan jenis ini memang berbeda.

“Tidak memiliki blackbox. Jadi, tidak ada perekam percakapan di situ,” ungkap Dian pada Jumat (17/4).

Baca Juga :  Pemerintah Genjot Pembangunan Irigasi Demi Swasembada Pangan

Asa pada Engine Data Recorder dan Manufaktur Prancis

Meski suara pilot tak terekam, harapan kini bertumpu pada engine data recorder. Perangkat ini menyimpan catatan teknis yang sangat spesifik, mulai dari tekanan oli hingga fluktuasi putaran mesin sesaat sebelum jatuh.

Masalahnya, data ini tidak bisa di baca begitu saja di dalam negeri. KNKT memutuskan untuk mengirimkan perangkat tersebut langsung ke pihak manufaktur di Prancis. Langkah ini di lakukan guna memastikan akurasi pembacaan data melalui kerja sama dengan otoritas investigasi setempat.

“Terkait dengan data recorder yang ada akan kami kirimkan ke pihak manufaktur di Prancis,” ujar Dian.

Menanti 30 Hari untuk Preliminary Report

KNKT menjadwalkan preliminary report atau laporan awal akan di rilis dalam waktu 30 hari sejak kejadian. Laporan ini nantinya bakal membedah data faktual secara transparan, mencakup kondisi cuaca di Sekadau saat hari nahas tersebut hingga performa mesin yang tercatat di sistem.

Baca Juga :  Rebut Item Pack Langka! Ini Update Kode Redeem FC Mobile Terbaru Edisi 4 Mei 2026

Sementara itu, hasil akhir atau final report baru bisa di ketahui maksimal dalam kurun waktu 12 bulan. Fokus utama tim adalah safety investigation, bukan mencari siapa yang salah secara pidana, melainkan memetakan celah keselamatan yang terabaikan.

Upaya ini menjadi taruhan penting bagi industri penerbangan helikopter di tanah air agar tragedi serupa tak perlu terulang kembali di masa depan.

Mengenai Helikopter H-130T2

Airbus H-130T2 (kini dikenal sebagai H130) adalah helikopter ringan mesin tunggal yang populer digunakan untuk transportasi VIP dan wisata medis. Mesinnya menggunakan turbin Safran Arriel 2D yang memiliki sistem kontrol digital (FADEC). Data dari sistem kontrol inilah yang kemungkinan besar sedang diekstraksi oleh KNKT untuk melihat apakah terjadi kegagalan sistematis pada unit daya selama penerbangan. (Nd)

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan
Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia
“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Berita Terbaru