Berito.id – Pemerintah mempercepat pembangunan irigasi untuk swasembada pangan serta rehabilitasi jaringan irigasi sebagai langkah utama untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Kebijakan ini juga di harapkan mampu memperkuat kesejahteraan petani sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp12 triliun setiap tahun. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo Subianto meminta agar persoalan irigasi tidak lagi terhambat oleh proses birokrasi. Pemerintah pusat akan turun tangan apabila pemerintah daerah belum mampu melakukan perbaikan.
“Presiden memutuskan persoalan irigasi tidak boleh lagi terhambat oleh birokrasi. Jika daerah belum mampu memperbaiki, negara harus hadir. Karena itu pemerintah mengalokasikan sekitar Rp12 triliun setiap tahun untuk memperbaiki irigasi primer, sekunder, maupun tersier agar produktivitas pertanian meningkat,” ujar Sudaryono, Senin, 29 Juni 2026.
Irigasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Sudaryono menilai percepatan pembangunan irigasi menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Selama ini, pengembangan jaringan irigasi sering terhambat akibat pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian berbagai proyek irigasi agar petani memperoleh pasokan air yang lebih baik. Langkah tersebut di harapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di berbagai daerah.
Pemerintah Perkuat Produksi dan Kesejahteraan Petani
Sudaryono menegaskan sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung kebutuhan petani sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional. Ia menjelaskan sejumlah kebijakan mulai memberikan hasil positif. Pemerintah kini menghentikan impor beberapa komoditas pangan strategis, seperti beras konsumsi dan jagung konsumsi, sembari memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.
Selain itu, pemerintah akan terus meningkatkan investasi di sektor pertanian melalui penambahan anggaran, pembangunan infrastruktur, serta penyederhanaan regulasi. Upaya tersebut di arahkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan. “Tujuan akhirnya jelas, yaitu Indonesia swasembada pangan, stok pangan nasional kuat, dan yang paling penting petani Indonesia semakin sejahtera,” kata Sudaryono.
(A/*)






