MSCI Tetapkan Indonesia sebagai Emerging Market 2026

Penilaian terbaru MSCI menyoroti transparansi pasar modal, sementara pemerintah mempercepat reformasi untuk memperkuat daya saing investasi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MSCI Tetapkan Indonesia sebagai Emerging Market 2026
(Foto: katadata)

MSCI Tetapkan Indonesia sebagai Emerging Market 2026 (Foto: katadata)

Berito.id – Pemerintah memastikan posisi Indonesia sebagai pasar negara berkembang (emerging market) tetap aman setelah lembaga penyedia indeks global MSCI merilis laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026. Dalam laporan tersebut, MSCI masih menempatkan Indonesia di kelompok emerging market. Meski demikian, lembaga itu menyesuaikan penilaian pada aspek Information Flow atau arus informasi dari sebelumnya bernilai (plus) menjadi (minus).

Pemerintah Nilai Catatan MSCI Jadi Penguat Agenda Reformasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa evaluasi MSCI tidak mengubah kekuatan fundamental ekonomi Indonesia maupun akses pasar yang di miliki saat ini.

Menurutnya, perhatian MSCI lebih banyak tertuju pada transparansi dan integritas pasar. Karena itu, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjalankan berbagai reformasi di sektor pasar modal.

“Kekuatan ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap terjaga. Fokus perbaikan saat ini berada pada transparansi dan integritas pasar, dan pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah konkret untuk mendukung hal tersebut,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026). Ia juga menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan tetap berada dalam kategori emerging market sekaligus mempertahankan kepercayaan investor global.

Baca Juga :  Program MBG Dievaluasi, Pemerintah Bidik Rampung Sebulan

Likuiditas dan Akses Pasar Di nilai Tetap Kuat

MSCI mencatat ukuran pasar, aksesibilitas, dan likuiditas pasar modal Indonesia masih berada pada level yang memadai. Laporan itu juga tidak menemukan persoalan terkait pembatasan kepemilikan asing yang menjadi perhatian dalam sejumlah tinjauan sebelumnya.

Sebaliknya, MSCI menyoroti perlunya peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham serta penguatan integritas dalam pembentukan harga saham. Kedua aspek tersebut saat ini menjadi fokus utama reformasi yang tengah di jalankan pemerintah dan otoritas pasar modal.

Selain itu, pemerintah berencana mengoptimalkan penyediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris guna memudahkan akses investor internasional terhadap data dan perkembangan pasar Indonesia.

MSCI juga menyebut bahwa secara keseluruhan kelompok negara berkembang pada tahun ini mencatat lebih banyak peningkatan di bandingkan penurunan penilaian.

Status Emerging Market Tidak Berubah

Indonesia dan Turki menjadi dua negara yang mengalami penyesuaian penilaian aksesibilitas pasar pada 2026. Namun, perubahan tersebut tidak memengaruhi status Indonesia sebagai pasar negara berkembang.

MSCI di jadwalkan mengumumkan hasil resmi klasifikasi pasar melalui Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026.

Langkah Pemerintah untuk Menjaga Kepercayaan Investor

Pemerintah bersama OJK dan BEI terus memperkuat transparansi serta integritas pasar melalui sejumlah kebijakan strategis.

Baca Juga :  China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak

Beberapa langkah yang telah dan sedang di jalankan antara lain:

  • Meningkatkan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna memperbesar likuiditas pasar.
  • Memperkuat transparansi pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO).
  • Membuka informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen secara rutin.
  • Mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.
  • Memperdalam pasar modal melalui peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi hingga 20 persen, terutama pada saham LQ45.
  • Memperketat penegakan aturan dan pemberian sanksi.
  • Meningkatkan tata kelola perusahaan terbuka.
  • Memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan.

Fundamental Ekonomi Jadi Penopang Utama

Pemerintah menilai berbagai reformasi tersebut semakin kuat karena di dukung kondisi makroekonomi yang stabil. Nilai tukar rupiah yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Dengan kombinasi reformasi pasar modal dan stabilitas ekonomi nasional, pemerintah optimistis daya tarik investasi Indonesia akan tetap kuat di tengah dinamika pasar global.

(A/*)

Berita Terkait

Purbaya: Modal Koperasi Merah Putih Rp 3 Miliar untuk Gerai dan Operasional
Update Harga Emas 24 Karat 16 Juli 2026, Cek Antam hingga Pegadaian
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000
KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru
Promo Transmart Full Day Sale 12 Juli 2026, Diskon Besar untuk Elektronik
Harga BBM Pertamina Juli 2026 Resmi Turun, Cek Tarif Terbaru
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:00 WIB

Purbaya: Modal Koperasi Merah Putih Rp 3 Miliar untuk Gerai dan Operasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas 24 Karat 16 Juli 2026, Cek Antam hingga Pegadaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:00 WIB

KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM

Senin, 13 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru

Berita Terbaru

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi(Foto: AI)

Wisata

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers(Foto: AI)

Lifestyle

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:00 WIB