Percepat Misi ke Bulan dan Mars, NASA Rombak Struktur Organisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Percepat Misi ke Bulan dan Mars, NASA Rombak Struktur Organisasi (Foto : NASA)

Percepat Misi ke Bulan dan Mars, NASA Rombak Struktur Organisasi (Foto : NASA)

Berito.id – Administrator NASA, Jared Isaacman, secara resmi mengumumkan perubahan arah kebijakan serta restrukturisasi organisasi internal lembaga antariksa tersebut. Langkah strategis ini sebagai upaya nyata untuk mempercepat  eksplorasi luar angkasa, menyusul kesuksesan besar yang di raih dalam misi Artemis II.

Isaacman menegaskan bahwa Program Artemis akan terus berjalan dengan fokus utama membawa kembali manusia mendarat di Bulan. NASA mematok target jangka panjang yang lebih ambisius, yakni membangun eksistensi manusia secara berkelanjutan  lewat proyek pangkalan Bulan (Moon Base).

Fokus pada Teknologi Baru dan Energi Nuklir

Peta jalan eksplorasi ini di rancang secara bertahap dengan memanfaatkan inovasi teknologi mutakhir serta memperkuat sinergi internasional. Fondasi kuat tersebut nantinya akan menjadi batu pijakan utama bagi umat manusia sebelum melangsungkan misi berawak menuju Mars.

Baca Juga :  Resmi Naikkan Harga MacBook dan iPad Apple Secara Global

Salah satu terobosan teknologi oleh NASA adalah pemanfaatan energi nuklir di antariksa, yan di kelola langsung di bawah Space Reactor Office.

Sistem berbasis nuklir ini di proyeksikan menjadi kunci krusial dalam menyokong kebutuhan operasional jangka panjang, baik untuk pangkalan di permukaan Bulan maupun penjelajahan yang lebih jauh ke sistem tata surya.

Penyederhanaan Struktur Organisasi

Guna menyelaraskan kinerja dengan target-target besar tersebut, NASA melakukan reformasi birokrasi agar organisasi menjadi lebih adaptif dan fokus pada misi. Perubahan mendasar terlihat dari penggabungan beberapa divisi penting, antara lain:

  • Human Spaceflight Mission Directorate (HSMD): Divisi baru hasil peleburan dari divisi eksplorasi dan divisi operasi antariksa.

  • Research and Technology Mission Directorate (RTMD): Divisi baru yang menyatukan divisi riset aeronautika dan divisi teknologi ruang angkasa. Sektor ini akan fokus pada penciptaan teknologi mutakhir, termasuk sistem komunikasi modern dan propulsi canggih.

Baca Juga :  Kreator Pemula Wajib Punya: 5 Rekomendasi Gear Low Budget Hasil High Quality

Optimasi Tanpa PHK

Meskipun melangsungkan perombakan internal yang cukup masif, manajemen NASA memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak pada pengurangan karyawan (PHK), pembatalan program kerja, ataupun penutupan fasilitas operasional.

Sebaliknya, langkah ini di ambil untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya yang ada, memperkokoh kompetensi utama lembaga, serta memperluas kemitraan strategis dengan sektor komersial maupun sekutu internasional. (Aat/*)

Berita Terkait

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya
Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Berita Terbaru