Berito.id – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi membuka pendaftaran program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026. Inisiatif ini membuka ruang bagi para pelaku seni untuk berkontribusi aktif dalam sistem pendidikan formal nasional.
Kehadiran GSMS menjadi jawaban taktis atas kelangkaan tenaga pendidik seni budaya di berbagai wilayah. Para seniman yang lolos kurasi akan memimpin kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB.
Penyaringan peserta mengacu pada rekam jejak portofolio, tingkat kompetensi, serta relevansi keahlian seni. Proses seleksi berkas berlangsung pada 2-4 Juni 2026, sedangkan hasil akhir di umumkan pada 8 Juni 2026.
Seniman terpilih wajib menjalankan skema pembelajaran berbasis proyek secara tatap muka (luring) sebanyak 15 kali pertemuan. Tiap sesi berlangsung minimal 90 menit dengan masa kerja maksimal tiga bulan. Pihak sekolah juga menugaskan guru pendamping untuk mengawal seluruh rangkaian aktivitas instruksional tersebut.
Mengenal Program GSMS
GSMS merupakan proyek strategis pemerintah yang menjembatani kepakaran seniman dengan kebutuhan ruang kelas melalui jalur ekstrakurikuler. Program ini di rancang sebagai instrumen internalisasi nilai tradisi demi membangun karakter siswa yang berakar pada ekosistem kebudayaan lokal.
Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud mengelola penuh program ini dengan bersandar pada empat pilar utama:
-
Penguatan Karakter: Menumbuhkan daya cipta, apresiasi, dan inovasi murid lewat metode pembelajaran seni yang rekreatif sekaligus subtansial.
-
Pelestarian Budaya: Menjaga sekaligus mengembangkan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) tingkat daerah agar tetap lestari di kalangan generasi muda.
-
Sinergi Ekosistem: Membangun kolaborasi jangka panjang antara satuan pendidikan, pelaku seni, dan pemerintah daerah.
-
Persiapan Kompetisi: Menjaring talenta muda berbakat untuk berkompetisi di ajang nasional seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Sembilan Kategori Seni yang Tersedia
Aspek keahlian yang dapat di daftarkan pada GSMS 2026 mencakup sembilan cabang berikut:
-
Seni Musik
-
Seni Kriya
-
Seni Media Baru
-
Seni Vokal
-
Seni Sastra
-
Seni Rupa
-
Seni Tari
-
Seni Pertunjukan
-
Film
Alur Seleksi Tiga Tahap
Mekanisme perekrutan GSMS 2026 bergerak melalui tiga fase terstruktur:
-
Tahap 1: Seleksi Calon Mitra Dinas Dinas pendidikan tingkat daerah mendaftarkan instansinya sebagai mitra pelaksana wilayah.
-
Tahap 2: Seleksi Seniman Kurasi dokumen, portofolio, dan kompetensi para pengajar seni yang mendaftar.
-
Tahap 3: Seleksi Siswa Lokal Penyaringan peserta didik di lakukan secara internal oleh sekolah bersama seniman mitra yang di tunjuk.
Agenda Pelaksanaan GSMS 2026
-
Registrasi Seniman: 18 Mei – 1 Juni 2026
-
Proses Seleksi: 2–4 Juni 2026
-
Pengumuman Kelulusan: 8 Juni 2026
-
Workshop & Kick Off: Informasi menyusul
-
Periode Pelatihan: Informasi menyusul
Garansi Inklusivitas dan Larangan Pungutan
Penyelenggaraan GSMS 2026 menerapkan prinsip akses setara bagi penyandang disabilitas serta menjunjung keadilan gender. Pemerintah melarang keras segala bentuk pungutan biaya kepada orang tua murid, baik untuk keperluan belajar maupun properti pentas.
Sebagai bentuk akuntabilitas publik, dinas pendidikan setempat wajib memfasilitasi ruang pameran atau pementasan karya orisinal siswa di akhir masa program. Petunjuk teknis pendaftaran dan regulasi lengkap dapat di pelajari secara langsung melalui portal resmi gsms.kemenbud.go.id. (Nd/*)






