Menkeu Alokasikan Dana Rp400 Triliun untuk Himbara

Menkeu Purbaya perkuat likuiditas bank pelat merah.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Alokasikan Dana Rp400 Triliun untuk Himbara
(Foto: rctiplus)

Menkeu Alokasikan Dana Rp400 Triliun untuk Himbara (Foto: rctiplus)

Berito.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menempatkan dana pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah tersebut di ambil setelah pemerintah sempat menarik sebagian dana secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Keputusan itu muncul usai Purbaya bertemu dengan jajaran direksi Himbara di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan bank pelat merah melaporkan bahwa kondisi likuiditas perbankan mulai mengalami pengetatan selama dua pekan terakhir.

Menurut Purbaya, direksi Himbara terus memantau perkembangan likuiditas setiap hari. Karena itu, mereka datang ke pertemuan dengan membawa berbagai kekhawatiran mengenai kondisi pendanaan bank.

Dana Pemerintah Naik Menjadi Rp400 Triliun

Purbaya menjelaskan, pemerintah sebelumnya pernah menempatkan dana sekitar Rp300 triliun di Himbara. Namun, setelah dilakukan penarikan bertahap, nilai yang tersisa hanya sekitar Rp170 triliun.

Baca Juga :  XG dan NewJeans Jadi Inspirasi Purple Tea

Melihat kondisi likuiditas yang mulai mengetat, pemerintah memutuskan mengembalikan dana tersebut sekaligus menambah alokasi baru. Dengan kebijakan ini, total dana pemerintah yang di tempatkan di Himbara meningkat menjadi Rp400 triliun.

Ia merinci, dana sebesar Rp170 triliun akan di kembalikan hingga mencapai Rp200 triliun. Selanjutnya, pemerintah menambah Rp100 triliun yang akan di tempatkan sampai akhir tahun. Selain itu, tersedia dana fleksibel sekitar Rp70 triliun hingga Rp100 triliun yang dapat masuk atau keluar sesuai kebutuhan pemerintah.

Penempatan Dana Gunakan Tenor Beragam

Purbaya mengatakan pemerintah akan membagi penempatan dana tersebut ke dalam beberapa tenor. Sebagian dana akan tetap tersimpan hingga akhir tahun, sedangkan sebagian lainnya bersifat fleksibel agar pemerintah dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan kas.

Baca Juga :  Infinix GT 50 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Dimensity 8400 Ultimate dan Baterai 6.500 mAh

Skema tersebut di harapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pemerintah dan stabilitas likuiditas sektor perbankan.

Himbara Lebih Tenang Menjaga Likuiditas

Penambahan dana ini, menurut Purbaya, membuat bank-bank Himbara memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga likuiditas. Ia juga memastikan pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal yang cukup untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Purbaya menambahkan, saldo kas pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia masih berada pada level yang sangat memadai. Kondisi itu memberikan ruang bagi pemerintah untuk menempatkan dana di perbankan tanpa mengganggu kebutuhan fiskal negara.

Sebagai informasi, penempatan dana pemerintah dilakukan di Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

(A/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru