Pi Network Rilis Versi Perdana Pi Launchpad, Begini Cara Kerjanya untuk Pioneer

Era Baru Ekosistem Pi: Pi Launchpad Resmi Mengudara di Testnet

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pi Network Rilis Versi Perdana Pi Launchpad, Begini Cara Kerjanya untuk Pioneer (Foto: AI)

Pi Network Rilis Versi Perdana Pi Launchpad, Begini Cara Kerjanya untuk Pioneer (Foto: AI)

Berito.id – Kabar gembira menyambangi para Pioneer di seluruh dunia. Pi Core Team baru saja mengumumkan perilisan versi perdana Pi Launchpad sebagai aplikasi resmi di jaringan Testnet. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek kripto berbasis ponsel ini sedang mempercepat langkah menuju fase yang lebih matang.

Peluncuran ini sengaja di lakukan di Testnet untuk memberi ruang bagi komunitas memahami mekanisme baru yang diusung. Pasalnya, Pi Launchpad membawa konsep yang berbeda dari platform peluncuran token Web3 pada umumnya.

Uji Coba Token Eksperimental untuk Pioneer

Dalam pengumuman resminya melalui akun X (Twitter), Pi Core Team menjelaskan bahwa kehadiran test token bertujuan agar pengguna bisa terbiasa dengan alur sistem sebelum benar-benar di implementasikan di Mainnet.

“Versi awal Pi Launchpad telah di rilis sebagai Aplikasi Pi di Testnet dengan token uji coba! Karena Launchpad ini memperkenalkan konsep baru dan menggunakan mekanisme yang berbeda dari peluncuran token Web3 biasanya, kami memperkenalkannya di Testnet terlebih dahulu,” tulis pernyataan resmi tim pengembang.

Baca Juga :  Efek Domino Kenaikan BBM Non-Subsidi: Rupiah Akhirnya Keluar dari Zona Merah

Langkah strategis ini diambil agar komunitas dapat memberikan masukan (feedback) berharga sekaligus meminimalkan kesalahan teknis saat peluncuran resmi nanti.

Fokus pada Utilitas, Bukan Spekulasi Semata

Berbeda dengan kebanyakan launchpad di dunia kripto yang seringkali menjadi ajang spekulasi harga, Pi Launchpad justru menitikberatkan pada utilitas. Proyek yang nantinya ingin meluncurkan token di ekosistem ini wajib memiliki aplikasi yang sudah berfungsi.

Artinya, token tersebut harus memiliki kegunaan nyata, mulai dari alat pembayaran, sistem insentif, hingga tata kelola (governance) dalam aplikasi tersebut. Mekanisme ini selaras dengan visi jangka panjang Pi Network untuk menciptakan ekonomi digital yang mandiri.

Tekan Risiko ‘Rug Pull’ dengan Likuiditas Otomatis

Salah satu fitur unggulan yang menjadi perbincangan hangat di komunitas adalah struktur yang berorientasi pada likuiditas. Dana yang terkumpul dari peluncuran token tidak akan langsung masuk ke kantong pengembang proyek, melainkan di alokasikan untuk penyediaan likuiditas pasar.

Sistem ini di rancang untuk melindungi para Pioneer dari risiko rug pull atau penipuan yang kerap menghantui proyek-proyek kripto baru. Dengan likuiditas yang terjaga, stabilitas harga token diharapkan lebih terjamin.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Pujian, Ini 3 Kalimat 'Sakti' yang Membentuk Mental Baja pada Anak

Respons Positif Komunitas dan Sinyal Harga

Komunitas menyambut baik transparansi dan langkah hati-hati tim pengembang. Banyak yang menilai fitur seperti engagement scoring dan alokasi PiPower akan memberikan keadilan bagi pengguna aktif.

Seorang anggota komunitas bernama Fylox menekankan pentingnya visi ini. “Tujuannya bukan sekadar menukar Pi Anda ke uang fiat, tapi bagaimana Anda bisa membayar layanan sehari-hari langsung dengan Pi. Itulah visi sebenarnya,” ungkapnya dalam sebuah diskusi di media sosial.

Di sisi lain, pergerakan harga PI/USDT di pasar (fase IOU) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setelah sempat menyentuh area support di kisaran $0,13–$0,15, harga kini mulai stabil di angka $0,19–$0,20. Jika tren positif ini berlanjut dan berhasil menembus zona resistance $0,26, bukan tidak mungkin kepercayaan pasar akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan infrastruktur yang nyata. (Nd)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Berita Terbaru