Prabowo Soroti Indonesia Belum Punya Mobil Nasional

Prabowo mendorong akademisi menghadirkan inovasi untuk kemandirian pangan dan otomotif.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo soroti Indonesia belum punya mobil nasional dan mendorong akademisi untuk mewujudkan kemandirian industri nasional
(Foto: ksp)

Prabowo soroti Indonesia belum punya mobil nasional dan mendorong akademisi untuk mewujudkan kemandirian industri nasional (Foto: ksp)

Berito.id – Presiden Prabowo Subianto kembali mengajak kalangan akademisi mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemajuan Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus menjadi sumber lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan nasional.

Ajakan tersebut di sampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden mengaku rutin mengunjungi berbagai kampus untuk berdiskusi langsung dengan para guru besar, peneliti, dan ilmuwan mengenai tantangan yang masih di hadapi Indonesia.

“Saya kesekian kali datang ke kampus. ingin berdiskusi dengan orang terbaik di bidangnya. Saya bertanya kepada para profesor, termasuk dari IPB, mengapa Indonesia belum mampu menghasilkan benih gandum sendiri dan masih bergantung pada impor,” ujar Prabowo.

Soroti Produktivitas Sawit hingga Industri Otomotif

Selain membahas sektor pangan, Prabowo juga menyoroti produktivitas kelapa sawit nasional. Menurutnya, hasil panen sawit Indonesia per hektare masih berada di bawah Malaysia, padahal Indonesia merupakan salah satu produsen sawit terbesar di dunia.

Baca Juga :  Waspada Penipuan! Kemenhaj Saudi Ungkap Satu-satunya Cara Resmi Daftar Haji Melalui Jalur Ini

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kemampuan industri nasional, khususnya sektor otomotif. Presiden mempertanyakan alasan Indonesia belum memiliki mobil nasional yang di produksi secara mandiri, meski negara ini telah menikmati kemerdekaan selama 81 tahun.

“Kenapa produktivitas sawit Malaysia lebih tinggi dari kita? Lalu kenapa setelah 81 tahun merdeka Indonesia belum bisa membuat mobil sendiri?” kata Prabowo.

Akademisi Di minta Melahirkan Terobosan Nyata

Prabowo menegaskan bahwa pertanyaan tersebut bukan sekadar kritik, melainkan tantangan bagi kalangan akademisi. Menurutnya, para ilmuwan yang memiliki keahlian tinggi perlu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan bangsa.

Ia juga menyinggung besarnya pasar otomotif Indonesia. Setiap tahun, masyarakat membeli sekitar 10 juta unit sepeda motor. Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki industri kendaraan roda dua yang sepenuhnya merupakan hasil produksi nasional.

Baca Juga :  KDMP Dinilai Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa

“Saudara-saudara memiliki gelar doktor dan keahlian luar biasa. Karena itu saya bertanya, mengapa kita belum mempunyai pabrik motor buatan Indonesia sendiri?” ujarnya.

Apresiasi Kampus yang Mulai Kembangkan Mobil Nasional

Meski menyampaikan berbagai kritik, Prabowo tetap memberikan apresiasi kepada sejumlah perguruan tinggi yang mulai terlibat dalam pengembangan industri otomotif nasional.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri akan mempercepat lahirnya kendaraan buatan Indonesia. Presiden juga mengungkapkan rasa bangganya karena saat pelantikan dirinya sebagai kepala negara, ia sempat menggunakan mobil hasil karya anak bangsa.

“Saya bersyukur karena kita mulai bergerak menuju mobil nasional. Salah satu kebanggaan terbesar saya adalah ketika pulang dari pelantikan, saya dapat menaiki mobil buatan Indonesia,” tutup Prabowo.

(A/*)

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Tahapan Seleksinya
DPR Minta Inovasi dalam Efisiensi Anggaran Pertahanan
LNG Abadi Masela Perkuat Hilirisasi dan Industri Nasional
BKN Minta Pemerintah Tambah Jumlah PNS
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:00 WIB

Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:00 WIB

Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Tahapan Seleksinya

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB