4.741 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi, Prioritaskan Pekerja Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4.741 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi, Prioritaskan Pekerja Lokal (Foto: AI)

4.741 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi, Prioritaskan Pekerja Lokal (Foto: AI)

Berito.id – Ambisi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dari pinggiran mulai memperlihatkan wujud nyata. Sebanyak 4.741 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di laporkan telah rampung secara fisik. Angka ini merupakan bagian awal dari mega proyek ambisius yang menargetkan pembangunan lebih dari 35 ribu unit koperasi di seluruh pelosok Indonesia.

Meski bangunan fisik sudah berdiri tegak, ribuan unit ini masih harus melewati fase persiapan teknis sebelum benar-benar membuka pintu layanannya bagi masyarakat. Pemerintah saat ini fokus melengkapi sarana pendukung agar mesin ekonomi desa ini tidak sekadar menjadi monumen tanpa aktivitas.

Fokus pada Fasilitas dan SDM Lokal

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menjelaskan bahwa tantangan berikutnya adalah pengisian perlengkapan operasional dan fasilitas transportasi. Pengisian ini di lakukan secara bertahap demi memastikan setiap unit mampu memberikan layanan optimal sejak hari pertama beroperasi.

Persiapan tidak hanya berhenti pada barang, tetapi juga manusia. Skema perekrutan pengelola kini tengah di godok bersama PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai mitra pembangunan. “Prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja Kopdes Merah Putih adalah masyarakat lokal,” tegas Farida.

Baca Juga :  Strategi Passive Income: Mengincar Saham yang Rajin Tebar Dividen Tiap Semester

Setiap unit koperasi di proyeksikan mampu menyerap 15 hingga 18 tenaga kerja. Posisi yang di buka sangat beragam, mulai dari tenaga operasional kantoran, petugas gudang, hingga personel keamanan dan sopir. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran langsung di tingkat desa.

Pelibatan Penerima Bansos dan Target 2026

Ada misi sosial yang kental dalam operasional Kopdes Merah Putih. Pemerintah berencana merangkul penerima bantuan sosial (bansos) untuk terlibat aktif sebagai tenaga kerja. Seleksi akan merujuk pada data Kementerian Sosial, khususnya warga dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

Skema ini bertujuan mengubah peran masyarakat dari sekadar penerima bantuan menjadi penggerak ekonomi yang produktif. Adapun target besar pemerintah adalah menyelesaikan pembangunan 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi lainnya pada Juni 2026 mendatang.

Baca Juga :  Waspada Penurunan Hujan, Ini Penjelasan BMKG Soal Isu El Nino Ekstrem Tahun Ini

Skema Keuntungan: 97 Persen untuk Desa

Setelah pembangunan selesai, PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengambil peran sebagai pengelola operasional selama dua tahun pertama. Namun, keterlibatan warga tetap menjadi kunci utama. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan pengurus desa tetap memegang kendali pengawasan.

Satu hal yang paling menarik bagi warga adalah transparansi pembagian keuntungan. Skema bisnis Kopdes Merah Putih di rancang sangat berpihak pada rakyat:

  • 97 persen keuntungan dialokasikan kembali ke desa.

  • 82 persen dari keuntungan desa tersebut di salurkan langsung kepada warga dalam bentuk kupon bulanan.

Dengan model bisnis ini, Kopdes Merah Putih bukan sekadar tempat simpan pinjam atau distribusi pangan, melainkan mesin kesejahteraan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan di dapur warga setiap bulan. (Nd)

Berita Terkait

Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional
Mengulas Spesifikasi Pertamina Dex CN 53 untuk Perawatan Mesin Diesel Modern
Distribusi MinyaKita Didominasi Swasta, Bulog Ungkap Biang Kelangkaan di Pasar
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Hantavirus Hantui Kapal Pesiar, Pakar UNAIR Bedah Risiko dan Cara Pencegahannya
Pertamina Olah Minyak Jelantah MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat (SAF)
Polemik Bakom dan Homeless Media: Transformasi atau Ancaman Independensi?
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:05 WIB

Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:02 WIB

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 20:21 WIB

Mengulas Spesifikasi Pertamina Dex CN 53 untuk Perawatan Mesin Diesel Modern

Senin, 11 Mei 2026 - 13:27 WIB

Distribusi MinyaKita Didominasi Swasta, Bulog Ungkap Biang Kelangkaan di Pasar

Senin, 11 Mei 2026 - 10:05 WIB

Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis

Berita Terbaru