Menkeu Purbaya Pastikan Stok Pupuk Aman dan RI Siap Ekspor ke Australia hingga India

Membalik Arus Krisis Global

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 22:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Pastikan Stok Pupuk Aman dan RI Siap Ekspor ke Australia hingga India (Dok. Humas Pupuk Indonesia)

Menkeu Purbaya Pastikan Stok Pupuk Aman dan RI Siap Ekspor ke Australia hingga India (Dok. Humas Pupuk Indonesia)

Berito.id – Saat rantai pasok global limbung akibat ketegangan geopolitik Iran dan Amerika Serikat, Indonesia justru berada di posisi yang cukup kontras. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketersediaan pupuk dalam negeri saat ini sangat melimpah. Bukan sekadar cukup untuk kebutuhan petani lokal, stok yang ada bahkan sudah berada pada level siap ekspor ke pasar internasional.

Strategi pemerintah dalam menjaga likuiditas produsen menjadi pembeda utama. Lewat skema pembayaran subsidi di muka, beban biaya modal (cost of capital) perusahaan pupuk dalam negeri berhasil di tekan secara signifikan.

Suntikan Rp20 Triliun di Awal Tahun

Pemerintah mengucurkan dana subsidi lebih dari Rp20 triliun sejak awal tahun 2026. Dana ini di alokasikan sebelum proses produksi dan distribusi berjalan, sebuah langkah yang jarang di lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Fokusnya adalah menutup selisih harga komersial dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) secara instan.

Baca Juga :  Jaecoo J7 SHS Jadi SUV Hybrid Premium Pilihan di Indonesia

“Karena kita bayar subsidi pupuk di depan, lebih dari Rp20 triliun di awal tahun. Jadi cost of capital mereka turun, tidak perlu pinjam ke bank,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Likuiditas yang sehat memungkinkan produsen bergerak lebih lincah dalam pengadaan bahan baku tanpa harus terbebani bunga perbankan. Hasilnya, efisiensi produksi meningkat pesat di saat harga gas alam dunia bahan baku utama urea sedang melonjak tinggi di negara-negara lain.

Menjadi Penyelamat Kebutuhan Urea Dunia

Gangguan distribusi di Selat Hormuz memang menjadi momok bagi pasar pupuk internasional. Namun, kondisi Indonesia yang stabil justru mendatangkan antrean pembeli dari berbagai negara. Sejumlah negara besar kini mulai melirik pasokan dari Tanah Air untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.

Baca Juga :  Wawako Azhar Turun Gunung, Pastikan Proyek Gudang Koperasi Merah Putih Rampung Tepat Waktu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatat daftar permintaan yang terus bertambah:

  • India: Mengajukan permintaan sekitar 500 ribu ton urea.

  • Australia: Menyepakati pengiriman tahap awal sebesar 250 ribu ton.

  • Filipina & Brasil: Turut menjajaki peluang impor dari produsen nasional.

Purbaya menambahkan bahwa isu pupuk kini bukan lagi sekadar masalah pertanian, melainkan komoditas geopolitik yang setara dengan energi. Di saat dunia sedang “pusing” mencari pasokan, ketepatan skema pembayaran subsidi di awal tahun terbukti menjadi benteng ketahanan pangan sekaligus mesin devisa baru bagi Indonesia. ***

Berita Terkait

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Beasiswa BPDDI 2026 untuk Dosen Resmi Dibuka
Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar di Lampung, Ribuan Warga Terima Berbagai Bantuan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:00 WIB

H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia

Berita Terbaru