Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya

Kenali Gejala Malam Hari yang Kerap Terabaikan dan Tips Menjaga Kualitas Tidur Demi Proteksi Jantung Anda

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya
(Foto: beritasatu)

Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya (Foto: beritasatu)

Berito.id – Masyarakat sering kali mengaitkan serangan jantung dengan aktivitas fisik yang berat atau tekanan stres yang tinggi. Namun, realitas medis menunjukkan hal yang berbeda. Kondisi darurat yang mengancam nyawa ini justru kerap menyerang seseorang saat mereka sedang beristirahat total atau tertidur lelap.

Karena terjadi pada malam hari, masyarakat awam sering kali salah mengira gejala mematikan ini sebagai gangguan tidur biasa. Kegagalan mengenali tanda-tanda awal tersebut memicu keterlambatan penanganan medis yang fatal. Oleh sebab itu, pemahaman mendalam mengenai indikasi serangan jantung saat tidur menjadi hal yang krusial.

Mengapa Serangan Jantung Bisa Terjadi Saat Tidur ?

Tim medis mengidentifikasi beberapa faktor utama yang memicu gangguan fungsi jantung di malam hari, antara lain:

  1. Gangguan Pernapasan Obstructive Sleep Apnea (OSA) Sindrom henti napas saat tidur atau OSA menjadi salah satu pemicu utama. Penderita kondisi ini akan mengalami penyumbatan atau penyempitan saluran pernapasan di area tenggorokan secara berulang ketika terlelap. Hal ini secara otomatis menghentikan pasokan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke organ jantung. Akibat kekurangan oksigen yang akut, kerusakan pada otot jantung tidak dapat terhindarkan. (Jantung memiliki dua jenis sel utama, yakni sel listrik dan sel pompa. Jika kerusakan menimpa sel listrik, maka jantung akan mengalami korsleting sistemik yang memicu kematian mendadak dalam waktu singkat), jelas Konsultan Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular, dr. Dian Zamroni, SpJP.

  2. Fase Tidur yang Terlalu Nyenyak Sering kali, seseorang tidak menyadari munculnya alarm bahaya dari tubuh—seperti nyeri dada—karena mereka berada dalam fase tidur yang sangat pulas. Ketidaksadaran ini berujung fatal karena menghilangkan momentum emas untuk mendapatkan pertolongan medis pertama.

Memahami Mekanisme Serangan Jantung

Merujuk pada data medis Mayo Clinic, serangan jantung berakar dari penyumbatan pembuluh darah arteri yang bertugas menyuplai darah dan oksigen ke otot jantung. Penyumbatan ini terjadi akibat akumulasi plak atau endapan lemak mengandung kolesterol yang menumpuk dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Berani Bilang Tidak! Cara Elegan Pasang Boundaries ke Teman yang Suka Ngutang tapi Lupa Bayar

Ketika plak tersebut pecah, sistem tubuh akan membentuk gumpalan darah di lokasi tersebut. Gumpalan inilah yang menyumbat total aliran darah, sehingga menyebabkan jaringan otot jantung mati secara perlahan akibat kelaparan oksigen.

Gejala Klinis yang Harus Diwaspadai

Laporan dari Verywell Health dan Cleveland Clinic merangkum beberapa indikasi spesifik yang menandakan terjadinya serangan jantung saat tidur:

  • Tekanan pada Dada: Dada terasa seperti terhimpit beban berat, nyeri, diremas, atau pegal yang mengganggu.

  • Nyeri yang Menjalar: Rasa tidak nyaman tersebut menyebar secara perlahan menuju area bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi, hingga perut bagian atas.

  • Sesak Napas Akut: Seseorang mengalami kesulitan bernapas yang tidak wajar meskipun tubuh dalam posisi beristirahat atau tidak melakukan mobilitas.

  • Respons Otonom: Tubuh tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin secara berlebihan yang disertai dengan rasa mual.

Langkah Diagnosis Medis Profesional

Jika Anda atau orang terdekat merasakan tanda-tanda mencurigakan tersebut, segera hubungi layanan darurat medis. Mengingat gejalanya yang terkadang mirip dengan penyakit lain, penegakan diagnosis oleh dokter sangat diperlukan.

Pihak rumah sakit biasanya akan langsung menjalankan rangkaian pemeriksaan standar, seperti Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung serta tes darah guna mendeteksi enzim kerusakan otot. Jika indikasi kuat mengarah pada serangan jantung, tim dokter akan melanjutkan prosedur pemeriksaan lanjutan:

  • Ekokardiogram: Memanfaatkan gelombang ultrasonik (USG Jantung) untuk memetakan tingkat kerusakan pada struktur otot jantung.

  • Angiogram Koroner: Menggunakan visualisasi sinar-X guna melacak titik penyumbatan aliran darah di dalam pembuluh darah koroner secara presisi.

Panduan Tidur Berkualitas untuk Proteksi Jantung

Posisi tidur memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas organ dada. Studi klinis tahun 2018 mengungkapkan bahwa tidur miring ke kiri dapat mengubah pembacaan grafik EKG akibat pergeseran posisi visual jantung di dalam rongga dada.

Baca Juga :  FBC Clinic Hadirkan XERF, Solusi Pengencangan Kulit Tanpa Operasi Plastik Lebih Hemat

Sebaliknya, posisi tidur miring ke kanan menunjukkan kestabilan grafik EKG yang tinggi. Pada posisi ini, jaringan tipis di antara paru-paru (mediastinum) mampu menopang posisi jantung dengan sangat baik. Hingga kini, dunia kedokteran belum menemukan bukti otentik bahwa tidur miring ke kanan dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Bagi individu yang tidak memiliki riwayat gangguan pernapasan atau apnea tidur, posisi tidur telentang juga menjadi opsi yang aman. Sementara itu, tidur tengkurap memang efektif mereduksi dengkuran, namun berisiko memicu cedera pada leher dan tulang belakang.

Selain mengatur posisi tubuh, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan langkah-langkah preventif berikut untuk menjaga kualitas tidur:

  1. Terapkan pola tidur yang disiplin dengan menyamakan jam tidur dan jam bangun setiap harinya.

  2. Paparkan tubuh pada sinar matahari pagi secara rutin untuk menjaga ritme sirkadian.

  3. Rutin berolahraga, namun hindari aktivitas fisik berat beberapa jam menjelang waktu tidur.

  4. Batasi paparan radiasi layar ponsel pintar atau komputer sebelum memejamkan mata.

  5. Hentikan konsumsi makanan berat atau minuman berkafein beberapa jam sebelum tidur.

  6. Kondisikan area kamar tidur agar tetap sejuk, gelap, dan tenang demi tidur yang restoratif.

Faktor Risiko Utama

Setiap orang perlu mengontrol beberapa faktor risiko yang memperbesar peluang terjadinya serangan jantung, di antaranya:

  • Usia: Kerentanan tubuh terhadap gangguan kardiovaskular meningkat secara linear seiring bertambahnya usia, umumnya dimulai sejak menginjak usia 45 tahun.

  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akan merusak dinding pembuluh darah arteri menuju jantung.

  • Kolesterol Tinggi: Kadar kolesterol LDL (“kolesterol jahat”) yang tinggi memicu pembentukan plak dan penyempitan drastis pada saluran arteri koroner.

(A/*)

Berita Terkait

Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah
Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari
Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI
Lowongan PATT BPJS Kesehatan 2026 Tahap 2 Dibuka!
Tren Program Wellness Kian Populer di Era Modern
Rahasia Awet Muda Diah Permatasari
Mitos Detoks Air Lemon: Benarkah Ampuh Buang Racun Tubuh?
Waspada, Sering Kurang Tidur Picu Risiko Stroke Ringan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:05 WIB

Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:05 WIB

Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:02 WIB

Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:05 WIB

Lowongan PATT BPJS Kesehatan 2026 Tahap 2 Dibuka!

Berita Terbaru

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global(Foto: aiu)

Teknologi

OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:00 WIB

Putin Sambut Menlu RI Sugiono di KTT ASEAN–Rusia di Kazan
(Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova/cnn)

Internasional

Putin Sambut Menlu RI Sugiono di KTT ASEAN–Rusia di Kazan

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:00 WIB

Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun
(Foto: ist
/bumntrack)

Finansial

Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:03 WIB

Mobil Listrik Citroën e-C3X EV Eropa Dibandrol 120 Jutaan
(Foto: gridoto)

Otomotif

Mobil Listrik Citroën e-C3X EV Eropa Dibandrol 120 Jutaan

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:05 WIB

Alur Cerita Love Has Fireworks, Wang Churan dan Tan Jianci 
(Foto: disway)

Showbiz

Alur Cerita Love Has Fireworks, Wang Churan dan Tan Jianci

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:03 WIB