Berito.id – Ruang digital Indonesia sedang di bersihkan. Sejak 28 Maret 2026, TikTok melakukan langkah ekstrem dengan menutup akses bagi 1,7 juta akun pengguna yang terdeteksi berusia di bawah 16 tahun. Langkah ini bukan sekadar kebijakan internal, melainkan respons atas tekanan regulasi perlindungan anak yang kian ketat di tanah air.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan lonjakan angka penonaktifan ini terjadi dalam waktu singkat. Pada laporan 10 April lalu, angka akun yang di tutup baru menyentuh 780.000. Namun, per hari ini, jumlahnya membengkak dua kali lipat lebih.
“Per hari ini yang telah menonaktifkan akun di bawah 16 tahun adalah 1,7 juta akun anak dari platform Tiktok,” ujar Meutya Hafid di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
TikTok Jadi Pionir, Platform Lain Masih ‘Ditagih’
Kemkomdigi mengapresiasi transparansi TikTok yang bersedia memberikan data konkret, bukan sekadar janji di atas kertas. Saat ini, pemerintah menaruh standar tinggi bagi platform digital lain untuk mengikuti jejak serupa. Transparansi data di anggap sebagai bukti satu-satunya bahwa perusahaan teknologi serius menjaga keamanan anak-anak dari paparan konten dewasa hingga jeratan judi online.
Pemerintah memberikan tenggat waktu hingga 6 Juni 2026 bagi seluruh platform digital untuk melakukan self-assessment atau evaluasi mandiri. Jika tidak, sanksi berat membayangi keberlangsungan operasional mereka di Indonesia.
Giliran Roblox Dipanggil
Setelah TikTok, radar pemerintah kini mengarah pada platform game populer, Roblox. Platform yang sangat digandrungi anak-anak ini di jadwalkan segera menemui pihak Kemkomdigi untuk memaparkan langkah mitigasi dan kepatuhan mereka terhadap regulasi lokal.
Kehadiran perwakilan Roblox di harapkan membawa skema perlindungan yang lebih ketat, mengingat interaksi di dalam game seringkali luput dari pengawasan orang tua.
Akun Dewasa Ikut Terblokir? Jangan Panik
Operasi pembersihan berskala besar ini memang berisiko salah sasaran. Kemkomdigi mengakui adanya potensi akun pengguna dewasa yang ikut terdepak karena sistem deteksi otomatis.
Bagi pengguna yang merasa akunnya legal namun ikut dinonaktifkan, TikTok telah menyiapkan mekanisme pelaporan khusus. Proses pemulihan di janjikan berlangsung cepat selama pengguna dapat membuktikan verifikasi usia yang valid. Langkah ini di ambil agar keamanan digital tetap terjaga tanpa mengorbankan hak pengguna dewasa dalam berkreasi. ***






