Berito.id – Pernahkah Anda merasa sesak di dada saat melihat notifikasi pesan dari seorang teman yang isinya lagi-lagi ingin meminjam uang? Padahal, pinjaman bulan lalu saja belum ada hilalnya. Dilema antara ingin membantu namun merasa dimanfaatkan seringkali membuat kita terjebak dalam posisi sebagai people pleaser.
Ketidakmampuan untuk berkata “tidak” sering kali berujung pada kerugian finansial pribadi hingga rusaknya kesehatan mental. Di tahun 2026 ini, kesadaran akan financial boundaries menjadi semakin penting agar hubungan pertemanan tetap sehat tanpa ada pihak yang merasa dieksploitasi.
Mengapa Sulit Sekali Bilang “Tidak”?
Banyak orang merasa sungkan menolak permintaan pinjaman karena takut di anggap pelit atau tidak setia kawan. Perasaan bersalah ini biasanya muncul pada mereka yang memiliki sifat people pleaser individu yang selalu memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingannya sendiri.
Padahal, meminjamkan uang kepada orang yang memiliki rekam jejak buruk dalam mengembalikan dana justru akan merusak pertemanan tersebut. “Masalah hutang seringkali menjadi bom waktu dalam hubungan sosial jika tidak di kelola dengan komunikasi yang jujur,” ujar seorang praktisi psikologi hubungan.
Langkah Tegas Memasang Boundaries (Batasan)
Agar Anda tidak terus-menerus menjadi “bank berjalan” bagi lingkaran pertemanan, cobalah menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Tetapkan Aturan Pribadi yang Kaku
Buatlah prinsip untuk diri sendiri, misalnya: “Saya tidak meminjamkan uang di atas Rp500.000 kecuali untuk kondisi darurat medis.” Dengan memiliki standar internal, Anda akan lebih mudah memberikan alasan yang konsisten saat menolak.
2. Gunakan Kalimat “I-Statement” yang Sopan Namun Dingin
Hindari memberikan alasan yang terlalu panjang lebar karena hanya akan membuka celah bagi mereka untuk bernegosiasi. Gunakan kalimat langsung seperti: “Maaf, untuk saat ini pos pengeluaran saya sedang penuh dan saya belum bisa meminjamkan uang.”
3. Berhenti Menjadi Penyelamat (Savior Complex)
Anda perlu menyadari bahwa membantu teman tidak selalu harus dengan uang. Jika mereka kesulitan secara finansial, Anda bisa menawarkan bantuan berupa informasi lowongan kerja atau cara mengelola keuangan, bukannya terus-menerus memberikan “dana talangan”.
Cara Menagih Tanpa Merusak Suasana
Jika uang sudah terlanjur di pinjam dan sang teman seolah lupa ingatan, mulailah bersikap profesional. Jangan menunggu mereka sadar diri.
-
Ingatkan Secara Personal: Kirimkan pesan singkat yang spesifik mengenai jumlah dan tenggat waktu yang sebelumnya di sepakati.
-
Gunakan Fitur Penagihan: Di era digital sekarang, manfaatkan fitur “Request Money” pada aplikasi dompet digital atau perbankan sebagai pengingat halus namun resmi.
Evaluasi Lingkaran Pertemanan Anda
Teman yang baik adalah mereka yang menghargai kondisi finansial Anda. Jika seseorang terus memaksa bahkan marah saat Anda menolak meminjamkan uang, mungkin itu pertanda bahwa hubungan tersebut bersifat toksik.
Menjaga batas (boundaries) bukan berarti Anda jahat. Itu adalah bentuk self-love dan cara menjaga agar hubungan pertemanan Anda tetap berlandaskan rasa hormat, bukan ketergantungan finansial. (Nd)






