Mark Zuckerberg “Turun Gunung”: Tinggalkan Kursi CEO Demi Jadi Programer Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Mark Zuckerberg

Ilustrasi. Mark Zuckerberg "Turun Gunung": Tinggalkan Kursi CEO Demi Jadi Programer Lagi (Foto: AI)

Berito.id – Di saat para pakar teknologi meramal bahwa kemampuan menulis kode (coding) akan segera usang di gantikan oleh kecerdasan buatan, Mark Zuckerberg justru mengambil langkah sebaliknya. Pendiri Meta ini secara resmi meninggalkan kenyamanan meja CEO-nya dan memilih “berkantor” di laboratorium riset teknis.

Bukan sekadar kunjungan kerja singkat. Zuckerberg di laporkan telah memindahkan meja kerjanya secara permanen untuk duduk berdampingan dengan para periset andalan di fasilitas laboratorium AI milik Meta.

Ngoding 10 Jam di Tengah Kesibukan Memimpin Dunia

Langkah ekstrem ini di ungkapkan langsung oleh Presiden Meta, Dina Powell McCormick, dalam ajang Semafor World Economy Summit di Washington, D.C. McCormick membeberkan bahwa bosnya kini menghabiskan waktu antara 5 hingga 10 jam setiap minggu murni untuk menulis dan meninjau baris-baris kode proyek AI.

Baca Juga :  Intip Aturan Pajak Emas Terbaru: Strategi Amankan Profit dari Potongan PPh

“Mark benar-benar telah memindahkan mejanya. Dia sekarang duduk bersama Alex Wang dan Nat Friedman, dan dia menulis program sepanjang hari,” ujar McCormick.

Duduk di antara Alexandr Wang (Kepala AI Meta) dan Nat Friedman (mantan CEO GitHub), Zuckerberg memposisikan dirinya di jantung operasional teknis. Kehadiran “sang raja” di dapur inovasi ini merupakan sinyal kuat bahwa ia ingin memahami setiap hambatan teknis secara mendalam, bukan sekadar menerima laporan di atas kertas.

Ambisi Rp255 Triliun Tumbangkan Rival

Manuver ini bukan tanpa alasan. Meta sempat mendapat cibiran karena di anggap telat panas di bandingkan OpenAI dengan ChatGPT-nya atau Google melalui Gemini. Untuk membalikkan keadaan, Meta melakukan restrukturisasi besar dengan membentuk Superintelligence Labs.

Langkah ini di perkuat dengan suntikan dana fantastis sebesar 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp255 triliun kepada Scale AI. Investasi ini menjadi jalan pembuka bagi Meta untuk merekrut talenta sekaliber Alexandr Wang guna membangun model bahasa AI yang di klaim akan menjadi yang paling canggih di dunia.

Baca Juga :  Bukan Cuma Phishing Biasa: Cara Canggih Hacker Bobol Data Perusahaan Pakai AI

Sinyal Bahaya bagi Silicon Valley

Meski keterlibatan langsung CEO dalam hal teknis sering di anggap sebagai micro-management, bagi Meta, ini adalah bentuk komitmen personal yang tak bisa di tawar. Zuckerberg tampaknya sadar bahwa untuk memenangkan perlombaan AI, ia harus kembali ke identitas asalnya: seorang programer.

Keberadaan Zuckerberg yang kini “ikut campur” di level kode program menjadi peringatan keras bagi para rival di Silicon Valley. Meta kini tak lagi sekadar mengekor tren, melainkan sedang berusaha merebut kembali takhta penguasa teknologi global dengan cara kembali ke akar teknisnya. ***

Berita Terkait

Prabowo dan Danantara Bahas Teknologi Robotik
Ariston Andris 3 Resmi Meluncur di Indonesia
Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah
Hyundai Perkuat Ekosistem Hidrogen di Eropa
Suzuki Landy Hybrid 2026
Nvidia Klaim CPU AI Vera 80% Lebih Cepat dari Prosesor x86
Samsung Kembangkan Liquid Cooling untuk HP Galaxy Masa Depan, Performa Lebih Stabil Tanpa Throttling
Panduan Instalasi Roblox di Laptop dan Spesifikasi Minimum untuk Live Streaming
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:10 WIB

Prabowo dan Danantara Bahas Teknologi Robotik

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:10 WIB

Ariston Andris 3 Resmi Meluncur di Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:05 WIB

Hyundai Perkuat Ekosistem Hidrogen di Eropa

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:10 WIB

Suzuki Landy Hybrid 2026

Berita Terbaru

Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi dan Asal Usulnya
(Foto: mabruk)

Khasanah

Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi dan Asal Usulnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 06:00 WIB

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974
(Foto: iStock/detik)

Daerah

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:10 WIB