Manfaat Berjemur Matahari Pagi dan Panduan Waktu Paling Efektif

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manfaat Berjemur Matahari Pagi dan Panduan Waktu Paling Efektif (Foto: AI)

Manfaat Berjemur Matahari Pagi dan Panduan Waktu Paling Efektif (Foto: AI)

Berito.id – Tubuh manusia adalah mesin yang membutuhkan asupan alami, salah satunya melalui paparan sinar ultraviolet. Berjemur bukan sekadar tren saat pandemi, melainkan kebutuhan biologis untuk mengaktifkan vitamin D yang krusial bagi kepadatan tulang dan sistem imun. Namun, berdiri di bawah terik matahari tanpa perhitungan waktu justru berisiko merusak jaringan kulit akibat paparan berlebih.

Berikut adalah panduan teknis agar aktivitas berjemur Anda memberikan dampak kesehatan maksimal:

Kapan Waktu Paling Presisi?

Banyak perdebatan mengenai jam operasional “pabrik” vitamin D dalam tubuh. Para ahli medis umumnya menyarankan rentang waktu antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. Pada periode ini, intensitas indeks UV masih berada dalam level yang bisa ditoleransi oleh kulit manusia, namun cukup kuat untuk memicu sintesis vitamin D di bawah jaringan dermis.

Hindari paparan langsung di atas pukul 11.00 hingga 14.00. Pada jendela waktu tersebut, radiasi ultraviolet B (UVB) berada pada titik tertinggi yang meningkatkan risiko sunburn hingga risiko jangka panjang kanker kulit.

Baca Juga :  Tetap Manis Tanpa Risiko: Trik Kurangi Gula yang Tak Bakal Bikin Lidah Siksa

Durasi dan Luas Paparan Kulit

Kualitas berjemur ditentukan oleh seberapa luas area kulit yang terpapar, bukan hanya durasi. Cukup habiskan waktu 10 hingga 15 menit sebanyak dua sampai tiga kali seminggu. Pastikan area lengan, punggung, dan kaki terkena cahaya secara langsung tanpa penghalang pakaian yang terlalu tebal atau kaca jendela.

Penggunaan tabir surya (sunblock) dengan SPF tinggi memang melindungi kulit, namun jika terlalu tebal, ia akan memblokir proses pembentukan vitamin D. Solusinya, biarkan kulit terpapar alami selama 5 menit awal, baru kemudian gunakan pelindung jika ingin beraktivitas lebih lama di luar ruangan.

Efek Domino Bagi Kesehatan Mental

Sinar matahari pagi tidak hanya bekerja pada fisik. Paparan cahaya memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin. Hormon ini bertanggung jawab memperbaiki suasana hati (mood), membantu Anda merasa lebih tenang, dan fokus dalam bekerja. Efek ini berlanjut hingga malam hari; asupan cahaya pagi yang cukup membantu regulasi ritme sirkadian sehingga kualitas tidur menjadi lebih dalam dan restoratif.

Baca Juga :  Skincare Rutin Ini Ampuh Atasi Jerawat Tanpa Bikin Kulit Perih

Tips Teknis Agar Berjemur Lebih Efektif:

  • Hidrasi adalah Kunci: Minumlah segelas air putih sebelum dan sesudah berjemur untuk mencegah dehidrasi ringan akibat penguapan pada pori-pori kulit.

  • Lindungi Area Wajah: Kulit wajah cenderung lebih tipis dan sensitif terhadap penuaan dini. Gunakan topi atau kacamata hitam, biarkan bagian punggung atau tangan yang menerima beban paparan utama.

  • Pantau Indeks UV: Anda bisa menggunakan aplikasi cuaca di ponsel untuk melihat angka indeks UV. Jika angka menunjukkan di atas 6 (kategori tinggi), kurangi durasi berjemur menjadi kurang dari 10 menit.

Berjemur adalah investasi kesehatan termurah yang disediakan alam. Lakukan secara konsisten dengan aturan waktu yang tepat agar tubuh tetap bugar tanpa mengorbankan kesehatan kulit Anda. (Nd)

Berita Terkait

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai
Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak
Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri
Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah
Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari
Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI
Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya
Lowongan PATT BPJS Kesehatan 2026 Tahap 2 Dibuka!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:15 WIB

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:05 WIB

Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:05 WIB

Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari

Berita Terbaru