Berito.id – Dinamika girl group Indonesia kembali memanas. StarBe, kuartet asal Bandung yang di gawangi Abel, Shella, Kezia, dan Chelsea, resmi menandai era baru lewat single terbaru bertajuk “Inferno”. Rilisan ini bukan sekadar menambah diskografi, melainkan sebuah proklamasi kemandirian perempuan di industri musik modern.
StarBe memilih jalur yang lebih tajam. Mereka menanggalkan citra lama dan menggantinya dengan konsep girl crush yang lebih berani. Sebuah langkah strategis untuk menjawab ekspektasi tinggi para SkyBe (sebutan penggemar StarBe) yang telah lama menanti kembalinya sang idola ke atas panggung.
Sentuhan Magis Shorelle dan Ambisi Dominasi
Untuk memastikan “Inferno” memiliki standar global, StarBe kembali memanggil Shorelle. Penulis lagu internasional ini dianggap sebagai kunci yang mampu membedah karakter vokal masing-masing personel secara presisi.
“Bekerja sama dengan Shorelle lagi adalah pengalaman luar biasa karena dia sangat memahami karakter suara dan vibe StarBe yang sekarang,” ungkap Kezia di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Kolaborasi ini melahirkan aransemen musik yang energik namun tetap memiliki kedalaman makna. Shella menegaskan bahwa “Inferno” adalah tentang kekuatan internal. “Lagu ini menceritakan keberanian untuk bersinar tanpa perlu validasi dari siapa pun. Kami ingin menunjukkan sisi yang lebih dominan,” tegasnya.
Transformasi Visual: Lebih Tangguh, Lebih Edgy
Perubahan paling mencolok terlihat pada visualisasi video klip. Jika sebelumnya StarBe kerap tampil dengan estetika yang lebih manis, kini mereka hadir dengan gaya bold dan edgy. Abel menyebut transformasi ini sebagai jawaban atas kerinduan penggemar akan aksi panggung yang lebih “menggigit”.
Statistik perjalanan mereka melalui Rooftop dan Princess Samurai menjadi modal kuat. Namun, “Inferno” diposisikan sebagai anthem utama yang akan membuka jalan bagi album penuh mereka yang di jadwalkan meluncur dalam waktu dekat.
Misi Menembus Panggung Internasional
Manajemen StarBe tidak main-main dalam menyusun rencana kerja tahun ini. “Inferno” adalah langkah pertama dari serangkaian proyek besar yang sudah mengantre. Targetnya jelas: melampaui batas domestik.
“Target kita setelah ini adalah merambah pasar Asia yang lebih luas lagi. Kita siap membawa nama Indonesia ke level internasional,” tutup Chelsea optimis.
Hadirnya “Inferno” di harapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekosistem girl group lokal, membuktikan bahwa musisi Indonesia memiliki daya saing yang setara dengan talenta mancanegara. ***






