Berito.id, Jambi – Sudirman resmi mengemban amanah sebagai Komisaris Utama Bank Jambi setelah di lantik langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di Rumah Dinas Gubernur pada Senin (27/4/2026). Penunjukan ini di lakukan untuk mengisi kekosongan posisi yang di tinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa purna tugas.
Langkah ini bukan sekadar seremoni rutin. Al Haris menitipkan beban berat di pundak manajemen baru untuk segera memulihkan reputasi dan kinerja bank kebanggaan masyarakat Jambi tersebut.
Salah satu isu krusial yang di tekankan adalah soal pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM). Berdasarkan regulasi Konsolidasi Usaha Bank (KUB), Bank Jambi di wajibkan memiliki modal minimal Rp3 triliun jika ingin berdiri tegak sebagai entitas mandiri.
“Jika modal belum mencapai Rp3 triliun, maka sesuai aturan harus bergabung dengan Bank Jabar (BJB),” ujar Al Haris saat memberikan arahan pascapelantikan.
Gubernur mendorong jajaran direksi dan komisaris untuk bekerja ekstra keras meningkatkan laba. Tujuannya jelas: memperkuat struktur permodalan agar Bank Jambi tidak terus bergantung pada skema KUB dengan bank lain. Perluasan sektor bisnis menjadi harga mati yang harus di eksekusi dalam waktu dekat.
Keamanan digital menjadi rapor merah yang wajib di perbaiki. Setelah operasional bank sempat lumpuh akibat serangan siber beberapa waktu lalu, Al Haris menegaskan bahwa pembenahan sistem IT adalah prioritas utama.
Masyarakat dan nasabah kini tengah menunggu transparansi atas insiden tersebut. Al Haris membocorkan bahwa hasil audit forensik di jadwalkan rampung pada Mei 2026. Dokumen ini di harapkan mampu membedah secara teknis maupun non-teknis penyebab kebocoran sistem yang terjadi.
“Kita ingin tahu siapa yang terlibat dan bagaimana serangan siber itu bisa terjadi. Itu yang sedang kita tunggu,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Al Haris mengingatkan bahwa orientasi Bank Jambi tidak boleh melulu soal angka di atas kertas atau profit semata. Kehadiran bank daerah harus di rasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Jambi, mulai dari kemudahan akses modal bagi UMKM hingga pelayanan yang stabil.
“Saya berharap Bank Jambi kembali bangkit. Perbaiki semua kekurangan yang masih ada,” pungkas Al Haris.






