Berito.id, Tanjabbar – Wajah birokrasi Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sedang dipertaruhkan. Sebanyak 24 peserta dari enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini tengah berjibaku dalam proses assesment ketat di Jatinangor. Bukan sekadar formalitas administrasi, Bupati Anwar Sadat turun langsung memastikan kursi panas kepala dinas di isi oleh mereka yang benar-benar punya kompetensi, bukan karena kedekatan.
Dinas Perhubungan, Ketahanan Pangan, Sosial, Ketenagakerjaan, hingga Dinas Kesehatan menjadi pos strategis yang kini tengah dicari nakhodanya. Anwar Sadat menegaskan, kehadirannya di lokasi ujian bukan untuk mengintervensi, melainkan mengawal jalannya sistem merit yang kerap menjadi sorotan publik.
Gandeng LAN RI Demi Objektivitas Mutlak
Pemerintah Kabupaten Tanjabbar sengaja memboyong proses seleksi ini ke Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Langkah ini di ambil untuk menciptakan sekat tebal antara kepentingan politik dan profesionalisme birokrasi. Dengan melibatkan tim asesor independen, celah untuk “menitip nama” otomatis tertutup.
“Keterlibatan LAN RI sebagai lembaga penguji independen merupakan jaminan bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara objektif dan bebas dari intervensi pihak manapun,” tegas Anwar Sadat saat meninjau proses seleksi.
Bupati menyerahkan sepenuhnya otoritas penilaian kepada para profesional. Hal ini di harapkan mampu melahirkan pejabat yang tidak hanya pandai bicara di belakang meja, tetapi mampu mengakselerasi visi “BERKAH MADANI” yang menjadi jargon kepemimpinannya.
Menguliti Profil Lewat Simulasi dan Wawancara Perilaku
Metode yang di gunakan dalam seleksi kali ini cukup menantang. Tim asesor menggunakan simulasi dan Competency Based Interview (CBI) atau wawancara berbasis perilaku. Teknik ini di rancang untuk membongkar profil kompetensi peserta secara akurat, melihat bagaimana mereka bereaksi terhadap tekanan dan masalah di lapangan.
Penggunaan pihak ketiga dari Jatinangor ini sekaligus menjadi jawaban telak atas keraguan publik mengenai transparansi pengisian jabatan strategis. Anwar Sadat ingin membuktikan bahwa di bawah kepemimpinannya, kompetensi adalah mata uang utama.
Publik kini menanti, siapa dari 24 nama tersebut yang mampu membuktikan kualitasnya di hadapan asesor LAN RI dan membawa perubahan nyata bagi pelayanan publik di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan. ***






