SpaceX Siap IPO Juni 2026, Incar Dana Rp 1.414 Triliun dan Transformasi AI Orbit

Langkah Berani Elon Musk: SpaceX Melantai di Nasdaq Juni Besok, Targetkan Pendanaan Fantastis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SpaceX Siap IPO Juni 2026, Incar Dana Rp 1.414 Triliun dan Transformasi AI Orbit (Foto: Ai)

SpaceX Siap IPO Juni 2026, Incar Dana Rp 1.414 Triliun dan Transformasi AI Orbit (Foto: Ai)

Berito.id – Pasar modal global bersiap menyambut salah satu aksi korporasi terbesar abad ini. Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, di pastikan melepas saham perdana ke publik (IPO) di bursa Nasdaq, Amerika Serikat, pada 12 Juni 2026. Menggunakan kode emiten SPCX, entitas raksasa ini membidik investasi segar senilai USD 80 billion atau setara Rp 1.414 triliun (kurs Rp 17.677 per dolar AS).

Langkah ini langsung meroketkan proyeksi nilai korporasi. Valuasi SPCX di prediksi menembus USD 1,75 triliun, angka yang setara dengan Rp 30.917,25 triliun. Bagi publik dan investor ritel, momentum ini membuka akses langsung pada kepemilikan aset teknologi antariksa yang selama ini eksklusif. Transparansi data finansial yang tersaji dalam prospektus menjadi panduan penting sebelum mengambil keputusan investasi di sektor high-growth ini.

Dokumen keterbukaan informasi yang di rilis pada Rabu lalu membongkar dapur keuangan SpaceX yang selama ini tertutup rapat. Perusahaan tercatat sangat agresif mengalirkan dana ke sektor kecerdasan buatan (AI). Sepanjang tahun 2025, pengeluaran modal SpaceX membengkak hingga lebih dari USD 20 miliar, melampaui total pendapatan tahunan mereka yang berada di angka USD 18,7 miliar. Ekspansi masif ini memicu konsekuensi finansial jangka pendek; SpaceX membukukan kerugian melampaui USD 4,2 miliar hanya pada kuartal pertama tahun 2026.

Baca Juga :  Layar HP Oppo Sering Muncul Iklan? Begini Cara Praktis Menghilangkannya Tanpa Root

Lini bisnis konektivitas menjadi motor utama penggerak pendapatan perusahaan. Starlink, jaringan internet satelit milik SpaceX, terbukti menjadi pilar finansial paling kokoh. Sektor konektivitas ini sukses menyumbang pendapatan sebesar USD 11,4 miliar sepanjang tahun 2025. Tren positif tersebut berlanjut pada awal tahun ini dengan perolehan lebih dari USD 3,2 miliar pada periode Januari hingga Maret 2026.

Visi kolonisasi Mars yang kerap di gaungkan SpaceX kini tampak bergeser demi menangkap peluang pasar yang lebih mendesak. Korporasi mengalihkan fokus pada pembangunan pusat data berbasis orbit demi memfasilitasi kebutuhan komputasi AI global serta memperluas jangkauan operasional Starlink. Strategi integrasi teknologi ini diperkuat oleh aksi akuisisi terhadap perusahaan AI besutan Musk, xAI, pada Februari lalu.

Baca Juga :  Kode Redeem MLBB 8 Mei 2026, Klaim Item Eksklusif Hari Ini

Aksi korporasi ini mencuat tepat setelah Elon Musk menelan kekalahan hukum dalam persidangan melawan OpenAI dan Sam Altman. Juri pengadilan federal memutuskan OpenAI tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kesepakatan pendirian bisnis yang di ajukan Musk. Kendati demikian, persaingan sengit berlanjut di jalur komersial. Dokumen investor SpaceX secara terang-terangan menempatkan OpenAI serta Anthropic sebagai rival utama dalam perebutan pasar kecerdasan buatan.

Tahun 2026 menjadi periode historis bagi lantai bursa global. SpaceX, OpenAI, dan Anthropic di jadwalkan melangsungkan IPO pada tahun yang sama. Fenomena ini menciptakan gelombang penawaran umum perdana paling masif dalam sejarah modern, memicu pergeseran modal besar-besaran ke sektor teknologi masa depan. Bagi para pelaku pasar, pergerakan ketiga raksasa ini wajib di pantau ketat dalam beberapa pekan ke depan karena berpotensi mengubah peta portofolio investasi global secara radikal. (Nd/*)

Berita Terkait

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya
Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Berita Terbaru