Android Punya Fitur Deteksi Telepon Palsu untuk Cegah Penipuan AI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Android Punya Fitur Deteksi Telepon Palsu untuk Cegah Penipuan AI (Foto: medcom)

Android Punya Fitur Deteksi Telepon Palsu untuk Cegah Penipuan AI (Foto: medcom)

Berito.id – Google memperkenalkan fitur keamanan terbaru bernama Fake Call Detection di Android guna melindungi pengguna dari maraknya penipuan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Fitur ini di rancang untuk mengenali panggilan yang tampak berasal dari orang terpercaya, tetapi sebenarnya di lakukan oleh pelaku kejahatan siber melalui teknik penyamaran identitas.

Ancaman penipuan berbasis AI semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi AI generatif yang mampu meniru suara seseorang dengan tingkat kemiripan tinggi. Pelaku kerap menggunakan teknologi kloning suara untuk menyamar sebagai anggota keluarga, teman, rekan kerja, hingga atasan demi memperoleh uang atau informasi pribadi dari korbannya.

Modus Penipuan Semakin Sulit Di kenali

Penipuan modern kini tidak lagi mengandalkan pesan singkat atau panggilan dari nomor yang tidak di kenal. Pelaku dapat memalsukan nomor telepon sehingga terlihat sama persis dengan nomor yang sudah tersimpan di kontak korban.

Saat panggilan di terima, korban akan mendengar suara yang sangat mirip dengan orang yang di kenalnya berkat bantuan teknologi AI. Perpaduan antara pemalsuan nomor telepon atau caller ID spoofing dan teknologi kloning suara membuat penipuan semacam ini semakin sulit di bedakan dari komunikasi yang sah.

Baca Juga :  Galaxy Z Fold 8 Ultra Edisi Messi Meluncur, Harga Tembus Rp235 Juta

Bahkan pengguna yang terbiasa berhati-hati pun berpotensi tertipu karena nomor dan suara penelepon tampak meyakinkan.

Cara Kerja Fake Call Detection

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Google mengembangkan sistem verifikasi otomatis yang berjalan di latar belakang perangkat. Ketika dua pengguna sama-sama memakai aplikasi Phone by Google, perangkat mereka akan bertukar sinyal konfirmasi secara otomatis untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat milik kontak yang bersangkutan.

Sistem ini memanfaatkan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang telah di lindungi enkripsi end-to-end. Melalui mekanisme tersebut, Android dapat memverifikasi keaslian panggilan tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

Jika sistem mendeteksi tidak adanya sinyal autentikasi yang seharusnya muncul, Android akan menampilkan peringatan bahwa panggilan tersebut berpotensi merupakan upaya penyamaran atau spoofing.

Dengan adanya notifikasi tersebut, pengguna dapat lebih cepat mengambil keputusan untuk mengakhiri percakapan sebelum membagikan data pribadi atau melakukan transaksi yang berisiko merugikan.

Mulai Hadir di Android 12 ke Atas

Google menyebutkan fitur Fake Call Detection akan aktif secara otomatis pada perangkat yang memenuhi syarat. Meski demikian, pengguna tetap dapat menonaktifkannya melalui menu pengaturan aplikasi jika di perlukan.

Pada tahap awal, fitur ini mulai tersedia untuk perangkat yang menjalankan Android 12 atau versi yang lebih baru. Smartphone seri Pixel menjadi lini pertama yang menerima pembaruan tersebut sebelum di perluas ke perangkat Android lainnya yang menggunakan aplikasi Phone by Google.

Baca Juga :  Infinix Hot 70 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 7100 dan Layar 144 Hz

Pengguna perangkat Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Motorola, dan berbagai merek Android lain juga dapat memperoleh perlindungan serupa dengan menginstal aplikasi Phone by Google dan menjadikannya sebagai aplikasi telepon utama.

Bagian dari Pembaruan Android Juni 2026

Fake Call Detection menjadi salah satu fitur unggulan dalam pembaruan Android edisi Juni 2026. Bersamaan dengan itu, Google turut menghadirkan sejumlah peningkatan lain, seperti perluasan fitur Quick Share ke lebih banyak perangkat, pembaruan Circle to Search, lemari pakaian digital di Google Photos, serta peningkatan kemampuan aplikasi Personal Safety.

Kehadiran sistem verifikasi panggilan ini menjadi langkah Google dalam memperkuat perlindungan pengguna terhadap ancaman penipuan berbasis AI yang di perkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Di tengah meningkatnya kemampuan teknologi kloning suara, fitur Deteksi Telepon Palsu di Android dapat menjadi lapisan keamanan tambahan yang membantu pengguna membedakan panggilan asli dan panggilan palsu sebelum menjadi korban penipuan digital. (Wd/*)

Berita Terkait

Samsung Galaxy S26 FE Bocor! Jadwal Rilis, Harga, dan Spesifikasinya Mulai Terungkap
Bocoran Huawei Nova 16 SE: Baterai 8.500 mAh, Layar OLED 1,5K dan Fast Charging 100W
Update Harga HP Vivo 28 Juli 2026, Termurah Rp 1,8 Jutaan
Harga iPhone Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Terbarunya
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Usung Baterai 5.000 mAh Meski Bodi Makin Tipis
Tecno Pova 8 5G: Harga, Spesifikasi, dan Fitur Unggulan
Rekomendasi laptop terbaik untuk belajar dengan harga mulai Rp3 jutaan.
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:00 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Bocor! Jadwal Rilis, Harga, dan Spesifikasinya Mulai Terungkap

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Bocoran Huawei Nova 16 SE: Baterai 8.500 mAh, Layar OLED 1,5K dan Fast Charging 100W

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:00 WIB

Update Harga HP Vivo 28 Juli 2026, Termurah Rp 1,8 Jutaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:00 WIB

Harga iPhone Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Terbarunya

Senin, 27 Juli 2026 - 17:00 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Usung Baterai 5.000 mAh Meski Bodi Makin Tipis

Berita Terbaru