Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut

BCA dan BNI tetap melanjutkan investasi AI Enterprise pada 2026 dengan fokus pada proyek berdaya guna tinggi demi meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut
(Foto:supermicro)

Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut (Foto:supermicro)

Berito.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memastikan pengembangan teknologi investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 tetap menjadi prioritas pada kuartal III/2026. Keputusan tersebut di ambil meskipun industri perbankan menghadapi tantangan berupa pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya perangkat teknologi.

Kedua bank memilih melakukan penyesuaian anggaran teknologi informasi secara selektif tanpa menghentikan investasi AI yang di nilai mampu memberikan manfaat jangka panjang. Menurut manajemen kedua bank, potensi efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas yang di hasilkan AI masih jauh lebih besar di bandingkan kenaikan biaya implementasi akibat fluktuasi kurs.

BCA Seleksi Ketat Pengembangan Use Case AI

Executive Vice President Enterprise IT & Data Management BCA, Lily Wongso, mengatakan kenaikan harga teknologi membuat perusahaan lebih selektif dalam menentukan proyek AI. BCA memprioritaskan pengembangan AI yang sesuai dengan strategi bisnis dan memberikan manfaat besar bagi operasional serta layanan nasabah.

Menurut Lily, pengembangan AI tetap berlanjut karena hasil evaluasi menunjukkan teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga minimal 30 persen. Bahkan, pada beberapa fungsi tertentu, tingkat efisiensinya dapat mencapai 70 hingga 80 persen.

Baca Juga :  Review Aplikasi Penghasil Uang: Mana yang Paling Cepat Masuk Rekening?

BNI Prioritaskan AI yang Cepat Memberikan Dampak

Senior Vice President AI & Data Analytics Division BNI, Handika Hakim, mengatakan kondisi ekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memengaruhi harga solusi teknologi informasi. Karena itu, BNI menyesuaikan strategi dengan memprioritaskan investasi pada proyek AI bernilai bisnis tinggi dan berwaktu implementasi lebih cepat.

Selain itu, BNI juga mempertimbangkan skala ekonomi setiap proyek. Bank pelat merah tersebut memastikan biaya penerapan AI harus lebih efisien di bandingkan biaya operasional yang di keluarkan melalui proses manual.

Untuk kuartal III dan IV/2026, BNI lebih banyak mengembangkan model AI berukuran lebih kecil yang berorientasi pada pengurangan biaya dan percepatan proses kerja. Salah satu contohnya terlihat pada proses Know Your Customer (KYC). Teknologi AI berhasil memangkas waktu analisis dokumen dari sekitar lima hari menjadi hanya beberapa jam.

Baca Juga :  Morgan Stanley Rilis Produk Dana Cadangan Khusus Penerbit Stablecoin

Cloudera: AI Harus Memberikan Nilai Bisnis yang Jelas

Di sisi lain, Senior Vice President APAC Cloudera, Remus Lim, menilai pendekatan yang di lakukan sektor perbankan sudah tepat. Menurutnya, perusahaan tidak seharusnya mengadopsi AI hanya karena mengikuti tren pasar. Investasi teknologi harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan dampak nyata terhadap bisnis.

Remus menjelaskan bahwa strategi AI yang efektif harus berfokus pada tiga aspek utama, yakni menekan biaya operasional, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi risiko bisnis. Ia juga menegaskan bahwa organisasi yang menunda transformasi AI berisiko kehilangan daya saing di tengah perubahan industri yang semakin cepat.

Tata Kelola Data Jadi Fondasi Utama AI

Sebagai mitra teknologi BCA dan BNI, Cloudera menilai tata kelola data yang baik menjadi fondasi penting sebelum perusahaan mengembangkan model AI yang lebih kompleks.

Data yang terstruktur dengan baik membantu implementasi AI berjalan optimal, meningkatkan efisiensi, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun pengguna.

(Aat/*)

Berita Terkait

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870
Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Tahun 2026
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Update Harga Perak Antam 18 Juli 2026, Naik ke Rp37.900
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Senin, 20 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
(Foto: AI)

Finansial

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
(Foto: revolusinews)

Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB