Berito.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memastikan pengembangan teknologi investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 tetap menjadi prioritas pada kuartal III/2026. Keputusan tersebut di ambil meskipun industri perbankan menghadapi tantangan berupa pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya perangkat teknologi.
Kedua bank memilih melakukan penyesuaian anggaran teknologi informasi secara selektif tanpa menghentikan investasi AI yang di nilai mampu memberikan manfaat jangka panjang. Menurut manajemen kedua bank, potensi efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas yang di hasilkan AI masih jauh lebih besar di bandingkan kenaikan biaya implementasi akibat fluktuasi kurs.
BCA Seleksi Ketat Pengembangan Use Case AI
Executive Vice President Enterprise IT & Data Management BCA, Lily Wongso, mengatakan kenaikan harga teknologi membuat perusahaan lebih selektif dalam menentukan proyek AI. BCA memprioritaskan pengembangan AI yang sesuai dengan strategi bisnis dan memberikan manfaat besar bagi operasional serta layanan nasabah.
Menurut Lily, pengembangan AI tetap berlanjut karena hasil evaluasi menunjukkan teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga minimal 30 persen. Bahkan, pada beberapa fungsi tertentu, tingkat efisiensinya dapat mencapai 70 hingga 80 persen.
BNI Prioritaskan AI yang Cepat Memberikan Dampak
Untuk kuartal III dan IV/2026, BNI lebih banyak mengembangkan model AI berukuran lebih kecil yang berorientasi pada pengurangan biaya dan percepatan proses kerja. Salah satu contohnya terlihat pada proses Know Your Customer (KYC). Teknologi AI berhasil memangkas waktu analisis dokumen dari sekitar lima hari menjadi hanya beberapa jam.
Cloudera: AI Harus Memberikan Nilai Bisnis yang Jelas
Di sisi lain, Senior Vice President APAC Cloudera, Remus Lim, menilai pendekatan yang di lakukan sektor perbankan sudah tepat. Menurutnya, perusahaan tidak seharusnya mengadopsi AI hanya karena mengikuti tren pasar. Investasi teknologi harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan dampak nyata terhadap bisnis.
Tata Kelola Data Jadi Fondasi Utama AI
Sebagai mitra teknologi BCA dan BNI, Cloudera menilai tata kelola data yang baik menjadi fondasi penting sebelum perusahaan mengembangkan model AI yang lebih kompleks.
Data yang terstruktur dengan baik membantu implementasi AI berjalan optimal, meningkatkan efisiensi, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun pengguna.
(Aat/*)






