Berito.id – Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai ekonomi global masih menunjukkan daya tahan meski di bayangi berbagai tekanan geopolitik dan ekonomi. Memasuki semester II 2026, perusahaan mengingatkan investor agar tidak lagi mengandalkan strategi mengikuti pergerakan pasar semata.
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menjelaskan, investor perlu menerapkan strategi investasi yang lebih aktif dan selektif agar mampu menghadapi perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga potensi imbal hasil.
Ketidakpastian Global Masih Membayangi
Dalam laporan House View Q3 2026 yang di kutip pada Minggu (5/7/2026), AllianzGI menyebut sejumlah faktor masih menjadi sumber ketidakpastian. Harga minyak yang tetap tinggi, inflasi di atas target di banyak negara maju, serta potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat menjadi perhatian utama. Meski demikian, AllianzGI melihat tekanan dari kebijakan tarif Amerika Serikat mulai mereda. Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga menunjukkan tanda-tanda yang lebih stabil. Perusahaan tetap mengingatkan investor agar terus memantau pergerakan harga energi, perkembangan inflasi, serta dinamika politik di Amerika Serikat karena ketiganya dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Strategi Investasi Harus Lebih Fleksibel
AllianzGI menilai keberhasilan investasi pada paruh kedua 2026 akan lebih di tentukan oleh kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi yang tepat. Investor juga perlu menjaga fleksibilitas agar dapat menyesuaikan portofolio ketika kondisi pasar berubah.
Selain memperkirakan arah pasar, AllianzGI menyarankan investor menyiapkan berbagai skenario. Langkah tersebut di nilai lebih efektif dalam menghadapi risiko inflasi yang masih tinggi dan prospek suku bunga yang bertahan pada level tinggi. Dalam kondisi tersebut, aset dengan karakteristik value, income, dan quality di nilai semakin menarik.
Saham Value Masih Menjanjikan
Di pasar saham, AllianzGI tetap melihat peluang pertumbuhan pada saham berkarakter value. Meskipun tren kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) masih menjadi pendorong utama pasar, saham value di nilai mampu memberikan di versifikasi yang lebih baik.
Selain itu, segmen tersebut berpotensi memperoleh manfaat dari suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama (higher for longer) dan meningkatnya perhatian investor terhadap fundamental perusahaan. Secara keseluruhan, AllianzGI masih mempertahankan pandangan positif terhadap pasar saham global. Perusahaan lebih mengunggulkan pasar Amerika Serikat dan negara-negara berkembang di bandingkan Eropa maupun Jepang.
Obligasi Berkualitas dan Emas Tetap Menarik
Pada instrumen pendapatan tetap, AllianzGI mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara maju. Untuk menghadapi kondisi itu, perusahaan merekomendasikan pengelolaan obligasi secara aktif. AllianzGI juga menambah porsi obligasi korporasi dan instrumen kredit berkualitas tinggi untuk meredam volatilitas. AllianzGI menilai obligasi pemerintah Peru bertenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil bertenor 10 tahun dalam mata uang lokal masih menarik.
Sementara itu, emas tetap menjadi salah satu aset favorit sebagai instrumen di versifikasi. AllianzGI menilai logam mulia masih berpotensi menguat seiring meningkatnya perhatian terhadap independensi bank sentral dan prospek dolar Amerika Serikat. Selain emas, perusahaan juga mempertahankan pandangan positif terhadap komoditas melalui strategi posisi long sebagai alternatif di versifikasi portofolio.
Opsi Investasi Tambahan
Di tengah dinamika pasar global yang masih tinggi, AllianzGI juga menyarankan investor mempertimbangkan strategi opsi sebagai pelengkap portofolio. Instrumen tersebut di nilai dapat membantu meningkatkan di versifikasi sekaligus memperkuat pengelolaan risiko investasi pada semester II 2026.
(A/*)






