Berito.id – Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menilai pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo Subianto berlangsung terbuka, jujur, dan penuh kepercayaan. Menurutnya, dialog tersebut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Singapura yang selama ini dibangun atas dasar saling menghormati, memahami, dan percaya.
Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/7/2025), Wong mengatakan kedua pemimpin membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan di masa depan. “Saya sangat senang dapat berdiskusi secara terbuka, jujur, dan dari hati ke hati dengan Presiden Prabowo mengenai cara membawa kemitraan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Singapura Optimistis terhadap Masa Depan Indonesia
Lawrence Wong menegaskan Singapura memiliki keyakinan besar terhadap prospek Indonesia. Ia berharap pemerintahan Presiden Prabowo berhasil karena kemajuan Indonesia juga akan berdampak positif bagi Singapura.
Menurut Wong, hubungan kedua negara sangat erat sehingga keberhasilan Indonesia menjadi kepentingan bersama. Optimisme tersebut terlihat dari komitmen Singapura yang terus menanamkan investasi di Indonesia selama bertahun-tahun dan akan tetap melanjutkannya pada masa mendatang.
Investasi Tak Sekadar Modal
Wong menegaskan investasi Singapura bukan hanya berupa aliran dana. Investasi tersebut juga mendorong lahirnya berbagai sektor usaha, pengembangan industri hilir, pembangunan infrastruktur digital, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Ia menyebut banyak perusahaan Singapura masih melihat peluang besar untuk terus memperluas bisnisnya di Indonesia.
BBK Jadi Magnet Investasi Digital
Lawrence Wong menyoroti perkembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang kini berkembang menjadi pusat ekonomi digital. Menurutnya, kawasan tersebut semakin menarik minat perusahaan-perusahaan besar untuk menanamkan modal karena memiliki potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan.
Kendal Industrial Park Terus Diperluas
Wong juga menilai Kendal Industrial Park sebagai salah satu contoh sukses kerja sama Indonesia dan Singapura. Kawasan industri yang tahun ini memasuki usia ke-10 tersebut telah mencapai kapasitas penuh. Karena tingginya permintaan investor, pengelola akan memperluas kawasan hingga 1.000 hektare. Perluasan itu diyakini mampu menarik investasi baru, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Perkuat Rantai Pasok dan Daya Saing ASEAN
Selain investasi, kedua negara berkomitmen memperkuat ketahanan rantai pasok agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
Lawrence Wong mengatakan Indonesia dan Singapura akan saling mendukung dalam menghadapi guncangan eksternal sekaligus menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
Ia juga menegaskan kedua negara memiliki visi yang sama untuk membuka peluang kerja sama baru. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dan Singapura sekaligus memperkuat posisi ASEAN di tengah persaingan global.
“Dengan bekerja bersama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan daya saing kedua negara dan kawasan ASEAN,” tutup Wong.
(A/*)






