Berito.id – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada Sabtu (18/7/2026). Penguatan ini sejalan dengan pergerakan harga emas Antam dan tren positif harga perak di pasar global. Berdasarkan laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini bertambah Rp200 menjadi Rp37.900. Sebelumnya, harga perak dipatok di level Rp37.700. Sementara itu, harga perak dunia juga bergerak naik. Mengacu pada data Tradingeconomics.com, harga perak global meningkat 0,73% hingga mencapai US$55,90.
Harga Perak Dunia Masih Berfluktuasi
Pergerakan harga perak di pengaruhi kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi itu turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam periode yang lebih panjang. Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan baru terhadap fasilitas Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan tersebut terjadi setelah aksi militer AS selama enam malam berturut-turut terhadap target Iran yang berdampak pada terganggunya jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.
Tekanan pasar juga bertambah setelah Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mendorong kenaikan suku bunga. Di sisi lain, Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan akan mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat apabila inflasi belum menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50%. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang di rilis pekan ini menunjukkan harga konsumen dan produsen sama-sama menurun pada Juni. Penurunan tersebut sebagian besar di picu oleh biaya energi yang lebih rendah. Meski begitu, harga impor justru meningkat di luar perkiraan.
Harga Emas Dunia Ikut Jadi Sorotan
Sebelumnya, harga emas mencatat koreksi mingguan terbesar dalam enam pekan pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat. Tekanan terhadap logam mulia di picu meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang ikut mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan tekanan inflasi, serta memperbesar peluang kenaikan suku bunga AS. Mengutip dari media , Sabtu (18/7/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.015,09 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,7% menjadi US$4.018,80.
Meski sempat menguat, harga emas masih mencatat penurunan sekitar 3% sepanjang pekan ini. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak 1 Juni 2026. Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan harga emas mulai bergerak naik setelah sempat turun di bawah US$4.000 sehingga kembali menarik minat beli investor. Menurut Waterer, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi serta tingginya imbal hasil obligasi tetap menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga emas.
Sentimen Lain yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga minyak melonjak sekitar 12% sepanjang pekan ini. Kenaikan dipicu meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi. Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi kembali. Kondisi ini juga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Saat suku bunga tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya menjadi kurang menarik. Investor pun cenderung beralih ke aset yang menawarkan keuntungan lebih besar.
Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menjadi pejabat terbaru yang secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga. Ia mengikuti langkah Ketua The Fed Kevin Warsh. Di sisi lain, Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan terbuka terhadap kebijakan suku bunga yang lebih tinggi. Langkah itu akan diambil jika inflasi belum menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 73%. Di pasar fisik, diskon harga emas di India melebar ke level tertinggi dalam satu bulan. Kondisi itu terjadi karena pembeli masih menunggu potensi penurunan harga. Sementara itu, premi emas di China sebagian besar tetap stabil.
(A/*)







