Internet Banking BNI Segera Dihapus, Apa Bedanya dengan Aplikasi wondr yang Baru?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Internet Banking BNI Segera Dihapus, Apa Bedanya dengan Aplikasi wondr yang Baru? (Foto: AI)

Internet Banking BNI Segera Dihapus, Apa Bedanya dengan Aplikasi wondr yang Baru? (Foto: AI)

Berito.id – Era baru perbankan digital di Indonesia kembali bergeser. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI secara resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh operasional layanan BNI Internet Banking per tanggal 4 Mei 2026. Langkah berani ini di ambil sebagai bagian dari strategi transformasi besar-besaran perusahaan menuju ekosistem digital yang lebih modern.

Keputusan ini menandai berakhirnya masa bakti platform web-based tersebut yang telah melayani nasabah selama bertahun-tahun. Sebagai gantinya, BNI telah menyiapkan dua suksesor utama: aplikasi wondr by BNI untuk nasabah ritel dan BNIdirect Bisnis untuk segmen korporasi serta pelaku usaha.

Jadwal Penting: Pembatasan Akses Mulai April

Nasabah di harapkan tidak kaget jika menemukan kendala akses sebelum tanggal penutupan resmi. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa proses penghentian layanan ini akan di lakukan secara bertahap demi menjaga kestabilan sistem.

“Mulai 21 April 2026, BNI akan melakukan pembatasan akses kepada sebagian nasabah, sebelum akhirnya layanan tersebut di hentikan sepenuhnya pada 4 Mei 2026,” ungkap Okki dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  5 Cara Menghasilkan Uang dari HP yang Terbukti Membayar di Tahun 2026

Artinya, nasabah memiliki waktu kurang dari satu bulan sejak pembatasan di mulai untuk benar-benar membiasakan diri dengan platform baru sebelum akses lama hilang permanen.

Mengapa Harus Pindah ke wondr by BNI?

Alasan utama di balik penutupan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan tuntutan akan keamanan data yang lebih tinggi. Platform digital terbaru diklaim memiliki enkripsi yang lebih kuat dan fitur yang jauh lebih terintegrasi di bandingkan sistem internet banking konvensional.

“Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini,” tambah Okki. Ia juga menjamin bahwa seluruh data serta histori transaksi lama nasabah akan tetap terjaga keamanannya selama proses migrasi ini.

Solusi Bagi Pengguna Giro dan Pebisnis

Bagi nasabah yang terbiasa menggunakan rekening giro untuk keperluan operasional kantor, BNI menyarankan penggunaan BNIdirect Bisnis. Platform ini di rancang lebih komprehensif untuk menangani transaksi dalam jumlah besar dan manajemen keuangan usaha yang lebih kompleks di bandingkan internet banking biasa.

Baca Juga :  Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard

Selama masa transisi, BNI membuka lebar kanal bantuan mulai dari call center, kantor cabang, hingga layanan informasi resmi untuk membantu nasabah yang kesulitan melakukan onboarding di aplikasi baru.

Tips Praktis Agar Transaksi Tetap Lancar:

  1. Unduh Segera: Jangan menunggu hingga 4 Mei. Segera unduh aplikasi wondr by BNI di Play Store atau App Store sekarang.

  2. Aktivasi Ulang: Siapkan kartu debit dan nomor HP yang terdaftar untuk proses verifikasi ulang di aplikasi baru.

  3. Cek Histori: Meskipun BNI menjamin data aman, tidak ada salahnya mengunduh laporan transaksi penting dari Internet Banking sebelum akses di tutup sepenuhnya sebagai arsip pribadi.

(Nd)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Berita Terbaru