Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108

Diplomasi Jalan Buntu, Energi Dunia Membara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108 (Foto: Ai)

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108 (Foto: Ai)

Berito.id – Harapan publik akan stabilnya pasokan energi dunia kembali pupus. Putaran kedua negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran berakhir buntu pada Senin (27/4/2026). Kegagalan ini langsung di respons pasar dengan lonjakan harga si “emas hitam”.

Minyak Brent yang menjadi barometer internasional meroket hampir 3 persen ke level USD 108,23 per barel. Seirama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga terkerek naik 2 persen menuju angka USD 96,37. Ketidakpastian di Selat Hormuz menjadi motor utama penggerak harga hari ini.

Ramalan Ngeri USD 150 per Barel

Pasar minyak kini ibarat bom waktu yang terus berdetak. Warren Patterson, Kepala Strategi Komoditas di bank Belanda ING, menilai gagalnya pembicaraan damai menghapus harapan pemulihan aliran energi dalam waktu dekat.

“Kurangnya kemajuan berarti pasar semakin ketat setiap hari. Harga minyak perlu menyesuaikan ke level yang lebih tinggi,” tulis Patterson dalam catatan risetnya.

Baca Juga :  Prediksi Brasil vs Norwegia: Skor dan H2H

Guncangan lebih keras di prediksi oleh Citigroup. Analis bank raksasa tersebut melempar skenario ekstrem: jika gangguan pasokan ini berlanjut hingga akhir Juni, harga Brent berpotensi melonjak hingga USD 150 per barel. Angka ini akan menjadi rekor yang mengancam inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Goldman Sachs pun merevisi proyeksinya. Mereka kini mematok rata-rata harga Brent di kuartal keempat pada angka USD 90 per barel, naik signifikan dari perkiraan awal sebesar USD 80.

Sentimen Keras Donald Trump

Ketegangan mencapai puncaknya setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mendadak membatalkan pengiriman utusan khususnya ke Islamabad, Pakistan. Rencana pertemuan diplomatik yang semula di harapkan menjadi titik balik justru berantakan.

Melalui media sosial Truth Social, Trump melontarkan pernyataan keras yang menutup pintu diplomasi formal untuk sementara. Ia menuding kepemimpinan Iran sedang dalam kondisi kacau dan tidak terorganisir.

Baca Juga :  Update Harga Emas 24 Karat 16 Juli 2026, Cek Antam hingga Pegadaian

“Kami memegang semua kartu; mereka tidak punya! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!” tulis Trump dengan nada provokatif.

Sikap konfrontatif ini langsung ditepis oleh Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan tidak ada rencana pertemuan apa pun antara kedua belah pihak dalam waktu dekat.

Dampak bagi Konsumen

Bagi masyarakat luas, kenaikan harga minyak mentah di atas USD 100 per barel adalah sinyal bahaya bagi beban subsidi energi dan harga BBM di dalam negeri. Dengan ancaman harga tembus USD 150, volatilitas pasar diprediksi akan tetap tinggi sepanjang Mei hingga Juni 2026. Dunia kini hanya bisa menunggu apakah ada pihak yang bersedia “mengangkat telepon” untuk mendinginkan tensi di jalur perdagangan tersibuk dunia tersebut. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru