Google Merombak Arsitektur Agen AI Lewat Antigravity 2.0 dan Gemini 3.5 Flash

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google Merombak Arsitektur Agen AI Lewat Antigravity 2.0 dan Gemini 3.5 Flash (Foto: Ai)

Google Merombak Arsitektur Agen AI Lewat Antigravity 2.0 dan Gemini 3.5 Flash (Foto: Ai)

Berito.id – Ajang Google I/O 2026 resmi menetapkan standar baru dalam kompetisi kecerdasan buatan. Raksasa teknologi ini mengintegrasikan ekosistem Antigravity 2.0 dengan model AI teranyar, Gemini 3.5 Flash. Kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan agen AI yang bergerak lebih lincah, adaptif, serta terkoneksi di berbagai platform. Jika Anda seorang pengembang atau pelaku industri digital, pembaruan ini mengubah cara otomatisasi sistem bekerja di masa depan.

Ekosistem Baru untuk Fleksibilitas Developer

Google merilis Antigravity 2.0 sebagai aplikasi desktop mandiri. Perangkat lunak ini di rancang spesifik guna mengoptimalkan alur kerja berbasis agen. Bagi pencinta efisiensi tinggi, Google menyediakan Antigravity CLI, sebuah perkakas berbasis terminal untuk memanggil sekaligus mengawasi pergerakan agen secara real-time.

Akses integrasi kini terbuka lebar. Integrasi Gemini API memberikan keleluasaan bagi developer untuk menanamkan agen pintar langsung ke dalam aplikasi internal mereka.

Transisi Mulus dari Prototip ke Cloud

Membangun agen kustom kini menjadi lebih terukur. Melalui peluncuran SDK Preview, pengembang memegang kendali penuh atas proses penyebaran (deployment) sistem. Proses pemindahan kerja dari tahap purwarupa ke pengembangan lokal juga di pangkas menjadi lebih ringkas lewat fitur AI Studio Build Export Flow. Seluruh arsitektur ini bermuara pada komputasi awan Google Cloud menggunakan Gemini Enterprise Agent Platform.

Baca Juga :  OpenAI Putar Haluan: Layanan Video Sora Disuntik Mati, Proyek Chatbot Dewasa Batal

Lompatan Performa Gemini 3.5 Flash

Gemini 3.5 Flash kini memegang peran sebagai mesin utama pada Antigravity. Kecepatannya melesat hingga 12 kali lipat jika di sandingkan dengan Gemini 3.1 Pro. Pengujian di berbagai tolok ukur memperlihatkan dominasi model ini:

Pengujian (Benchmark) Skor Keberhasilan
Terminal-Bench 2.1 76,2%
CharXiv Reasoning 84,2%

Kemampuan otonomnya di buktikan langsung dalam sesi demonstrasi. Gemini 3.5 Flash berhasil merakit sebuah sistem operasi fungsional tanpa campur tangan manusia. Fleksibilitas ini ditopang oleh arsitektur baru, meliputi dynamic subagents, manajemen tugas asinkron, serta hooks.

Fitur Operasional dan Ekspansi Integrasi

Antigravity 2.0 membawa pembaruan masif untuk kebutuhan operasional harian. Sistem kini mendukung Scheduled Tasks yang mengadopsi mekanisme cron job. Manajemen proyek juga menjadi lebih rapi berkat fitur Projects & Worktree.

Baca Juga :  Cara Cepat Naik Rank di Eggy Party, Panduan Lengkap Buat Pemula

Berikut beberapa perluasan konektivitas yang dihadirkan Google:

  • Live Voice Transcription: Fitur transkripsi suara langsung yang di tenagai oleh Gemini Audio.

  • Ekosistem Lintas Platform: Integrasi yang di perluas ke Android, Chrome, dan Firebase.

  • Science Skills Bundle: Akses langsung ke lebih dari 30 pusat data ilmu hayati untuk kebutuhan riset ilmiah.

Skema Harga Baru Langganan AI

Google menyasar segmen profesional dengan merilis AI Ultra Plan seharga USD100 per bulan. Paket premium ini menawarkan kapasitas lima kali lipat lebih besar dibanding Pro Plan. Guna menyederhanakan transaksi, Google menerapkan sistem kredit bulanan yang lebih ringkas. Pengguna paket Ultra juga akan mendapatkan keuntungan tambahan berupa bonus kredit saat musim libur panjang tiba. (Nd/*)

Berita Terkait

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX
Shopee Bawa Program Afiliasi ke Instagram, Kreator Bisa Raup Komisi
Meta Klaim AI Watermelon Dekati Kemampuan GPT-5.5 OpenAI
Amazon Leo Resmi Tantang Dominasi Starlink
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

TikTok Perkuat Transparansi Konten AI

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:00 WIB

Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:00 WIB

Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:00 WIB

xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX

Berita Terbaru

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN(Foto: AI)

Teknologi

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026
(Foto: AI)

Gadget

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:00 WIB

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton
(Foto: AI)

Showbiz

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton

Rabu, 15 Jul 2026 - 15:00 WIB

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
(Foto: AI)

Internasional

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:00 WIB