Berito.id – Sony belum menetapkan tanggal pasti maupun label harga untuk PlayStation 6 (PS6). Kabar ini muncul langsung dari laporan keuangan terbaru perusahaan yang menyoroti ketatnya pasokan komponen global. Meski riset untuk konsol masa depan mulai di genjot, manajemen Sony masih berhitung secara saksama untuk menghindari kesalahan strategi.
Hiroki Totoki, Presiden sekaligus CEO Sony, menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai jadwal peluncuran. “Kami belum menentukan kapan konsol baru ini hadir atau di level harga berapa ia akan di pasarkan,” ungkap Totoki dalam sesi tanya jawab finansial. Sony sangat mewaspadai lonjakan harga memori (RAM) yang di prediksi terus melambung hingga tahun 2027 akibat kelangkaan pasokan.
Tantangan Produksi di Era AI
Industri gaming kini berebut komponen dengan sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Permintaan tinggi pada RAM mendorong biaya manufaktur perangkat elektronik melonjak drastis. Kondisi ini memaksa Sony memutar otak untuk merombak model bisnis agar harga jual konsol tetap kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan.
Pengamat industri memperkirakan PS6 baru akan menyapa pasar pada 2028. Jika estimasi ini akurat, PlayStation 5 akan menjalani masa bakti terpanjang dalam sejarah konsol Sony. PS5 sendiri yang meluncur sejak 2020 saat ini tengah menghadapi dinamika pasar yang menantang.
Performa Pasar dan Pergeseran Digital
Data internal menunjukkan penurunan volume penjualan perangkat PS5 hingga 46 persen secara tahunan. Pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026, Sony hanya melepas sekitar 1,5 juta unit. Penurunan ini ditengarai merupakan dampak dari kebijakan kenaikan harga konsol di berbagai wilayah beberapa waktu lalu.
Walaupun total distribusi PS5 mencapai 93,7 juta unit, angkanya masih sedikit di bawah pencapaian PS4 pada titik waktu yang sama. Menariknya, pertumbuhan bisnis Sony justru ditopang oleh ekosistem digital. Pendapatan operasional divisi gaming naik 12 persen berkat dominasi penjualan game digital dan layanan berlangganan, meski Sony sempat menanggung beban kerugian terkait investasi pada Bungie sebesar USD565 juta.
Bagi pengguna, ketidakpastian ini memberikan sinyal kuat untuk tidak terburu-buru menunggu generasi baru. Fokus Sony saat ini adalah memperkuat layanan digital. Memaksimalkan koleksi game digital pada PS5 menjadi langkah paling logis bagi pemain sambil memantau stabilisasi harga pasar hardware dalam dua tahun ke depan. (Nd/*)






